Senin, 29 Juli 2013
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
DATA PRIBADI
Nama : Diana Renita Rahmalia
No. hp : 087884185936 / 082316570356
Alamat : Jl. Adi Tulip No. 9 Bumi Adipura II Bandung
Email : dipra43ver@gmail.com
Tempat & tgl. Lahir : Indramayu, 11 April 1990
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
Status menikah : Belum Menikah
Tinggi : 162 cm
Berat : 54 kg
PENDIDIKAN
Tahun
2008 - 2011
2005 - 2008 Almamater
D3 Politeknik Telkom Bandung
SMA BPI 3 Bandung Jurusan/IPK
T. Komputer / 2,85
IPA / 48,85
PENGALAMAN KERJA
• Desk Collection & Recovery Center dan Admin Officer PT. Bank Mandiri, Tbk
Periode : September 2012 – Juni 2013
Uraian singkat kerja : Mengingatkan dan menelepon nasabah/debitur untuk membayarkan tunggakan dan tagihan Credit Card nasabah/debitur kepada Bank Mandiri, memberikan keringanan, solusi, dan pendapat agar nasabah/debitur mau mengikuti program keringanan yang ditawarkan oleh Bank Mandiri untuk melunasi total tagihan nasabah/debitur, bertemu dengan nasabah/debitur, melakukan negosiasi, membuat formulir aplikasi nasabah/debitur, dan melakukan hasil laporan kepada Team Leader.
• Operator dan Desk Collection PT. Federal International Finance Bandung
Periode : November 2011 – September 2012
Uraian singkat kerja : Menerima peneleponan dan keluhan dari nasabah, melayani informasi dan memberikan informasi pada nasabah, menelepon dan mengingatkan nasabah untuk melakukan pembayaran apabila angsuran motor nasabah sudah telat dari jatuh tempo yang telah ditentukan perusahaan.
• Public Relation PT. Allianz Life Indonesia Bandung
Periode : September 2011 – November 2011
Uraian singkat kerja : Menawarkan produk kepada calon nasabah untuk menabung di asuransi sekaligus menghimbau agar calon nasabah mau menabung di asuransi.
• Database Sistem Aplikasi Visual FoxPro PT. Wisma Bumiputera Bandung
Periode : Juli 2010 – September 2010
Uraian singkat kerja : Membuat laporan dari hasil jumlah tiket parkir yang telah dilakukan setiap harinya dalam proses keluar masuknya kendaraan diperusahaan tersebut.
SERTIFIKAT& PENGHARGAAN
Juara3 Lomba Pidato Bahasa Inggris
Dikeluarkan oleh : SMP Negeri 1 Haurgeulis Indramayu
Tempat dan tgl sertifikat : SMP Negeri 1 Haurgeulis ( 23 April 2005)
Aktif dalam Anggota Organisasi Intra Sekolah (OSIS)
Dikeluarkan oleh : SMP Negeri 1 Haurgeulis Indramayu
Tempat dan tgl sertifikat : SMP Negeri 1 Haurgeulis ( 30Juni 2005)
Lomba Olimpiade Biologi se-Kota Bandung
Dikeluarkan oleh : SMA BPI, Bandung
Tempat dan tgl sertifikat : SMA BPI, Bandung ( 16 Maret 2006 )
New Student Orientation
Dikeluarkan oleh : Politeknik Telkom Bandung
Tempat dan tgl sertifikat : Politeknik Telkom Bandung ( 11-23 Agustus 2008 )
ESQ Leadership Training
Program keahlian : ESQ Leadership Training
Dikeluarkan oleh : ESQ Leadership Center
Tempat dan tgl sertifikat : Bandung ( 17-18 November 2008 )
Peserta Seminar “Ketenagalistrikan Otomasi Sistem Tenaga dan Penerangan”
Dikeluarkan oleh : Politeknik Negeri Bandung
Tempat dan tgl sertifikat : Politeknik Negeri Bandung ( 4Juli 2009)
Peserta Leadership Seminar “Be Entrepreneur Be Success”
Dikeluarkan oleh : Politeknik Telkom Bandung
Tempat dan tgl sertifikat : Politeknik Telkom Bandung ( 18 Mei 2010)
Peserta Leadership Seminar “Kepemimpinan Modal Sebuah Kesuksesan”
Dikeluarkan oleh : Politeknik Negeri Bandung
Tempat dan tgl sertifikat : Politeknik Negeri Bandung ( 22 Mei 2010)
Peserta Leadership Seminar “IT Carreer”
Dikeluarkan oleh : Politeknik Telkom Bandung
Tempat dan tgl sertifikat : Politeknik Telkom Bandung ( 10 Juni 2010)
Juara 2 Olimpiade Hacking Politeknik Telkom Bandung
Dikeluarkan oleh : Politeknik Telkom Bandung
Tempat dan tgl sertifikat : Politeknik Telkom Bandung ( 10 Juni 2010)
Peserta Seminar “English and Olympiad”
Dikeluarkan oleh : Politeknik Telkom Bandung
Tempat dan tgl sertifikat : Politeknik Telkom Bandung ( 8 Januari 2011)
Peserta Training “Sosialiasasi Basic Collection & Recovery Center”
Dikeluarkan oleh : PT. Bank Mandiri, Tbk
Tempat dan tgl sertifikat : PT. Bank Mandiri, Tbk Bandung ( 20 April 2013)
PENGALAMAN ORGANISASI
Tahun Jabatan
2002 – 2005
2006- 2007
2006- 2007
2006- 2007
2006- 2007
Bendahara OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) SMP Negeri 1 Haurgeulis Indramayu
Bendahara OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) SMA BPI 3 Bandung
Panitia TARKA (Taruna Karya) Cikaso Barat, Supratman Bandung
Panitia BPI FunSquare (Organisasi Panitia SMA BPI FunSquare) SMA BPI 3 Bandung
Panitia Bazar BPI (Organisasi Panitia SMA BPI) SMA BPI 3 Bandung
PROYEK YANG PERNAH DIBUAT
• Aplikasi Database Perkantoran dengan menggunakan Oracle
Institusi yang terkait : Politeknik Telkom
• Aplikasi Penjualan Online ”TokoBaju.com” dengan software Joomla versi 1.5
Institusi yang terkait : Politeknik Telkom
• Aplikasi Distribusi Barang dengan menggunakan Web Service dan Pemrograman web dengan PHP sebagai Client
Institusi yang terkait : Politeknik Telkom
• Studi Analisis Propagation-delay dan Volume Beban Kanal Data pada Jaringan Telepon Bergerak (Studi Kasus : Alat Deteksi Akses Masuk Ilegal Berbasis Layanan SMS Gateway)
Institusi yang terkait : Politeknik Telkom
KEMAMPUAN
• Dapat menganalisa dan mengatasi masalah dengan baik.
• Dapat berkomunikasi dengan baik.
• Dapat bekerja secara berkelompok.
• Dapat beradaptasi dengan baik pada software dan bahasa pemrograman yang berbeda.
• Menguasai AplikasiDesain :
§ Adobe Photoshop CS 3, Photoscape, CSS
• Menguasai bahasa pemrograman :
§ Visual :SQL, Shell Programming Linux (basic), C, Java (basic), Turbo Pascal (basic), XML Web Service (basic), Visual FoxPro, PHP, Macromedia DreamWaver
• Dapat bekerja dengan menggunakan sistem operasi :
§ Microsoft Windows 98, 2003 Server, XP, Vista, 7
• Dapat menggunakan manajemen database :
§ My SQL 5, Microsoft SQL Server 2000, Oracle 10G, Visual Foxpro
• Dapat membuat sebuah Web Ecommerce :
§ Joomla, php, xampp
• Dapat membuat sebuah Konfigurasi Jaringan Komputer :
§ Packet Tracer
• Lainnya :
§ Ms. Office (2003, 2007), Networking LAN, Hardware Knowledge, Microsoft Office Visio 2007, Microsoft Office Excel 2007.
Bandung, Juli 2013
Hormat saya,
Diana Renita Rahmalia
Sabtu, 04 Februari 2012
di blog pembimbing 1
Tertanggal 22 s.d 25 Feb'2012 bimbingan/konsultasi serta jadwal perkuliahan ditiadakan sehubungan dosen ybs mengikuti Seminar Penelitian & Karya Ilmiah di Denpasar, Bali.
Mohon agar diperhatikan dan diinformasikan kepada mahasiswa yang berkepentingan.
Sehubungan dengan persiapan penyusunan workbook dan courseware memasuki semester baru nanti, tertanggal 7 s.d 10 Feb'2012 bimbingan/konsultasi untuk dosen SNS ditiadakan. Bimbingan/konsultasi dapat dilakukan via email.
Demikian untuk diperhatikan.
Agar diperhatikan dan dipahami bahwa seminar PA dan sidang PA bukanlah 'ajang' coba-coba. Bila tidak layak untuk lulus, maka tidak akan lulus atau diluluskan.
Oleh sebab itu setiap mahasiswa wajib mempersiapkan dengan baik agar lulus pada saat seminar PA atau sidang PA.
Dan yang terpenting, bila malas untuk membaca dan belajar serta mencari informasi lebih detail, pasti hasilnya tidak baik; dan alhasil pengerjaan proposal/draft laporan PA tidak akan rampung/selesai dengan hasil baik.
Kualitas sebuah proyek akhir tidak bisa begitu saja dinilai dari hasil sidang PA, namun berdasar pada lolos tidak-nya paper tersebut ke sebuah jurnal ilmiah (nasional atau internasional) bahkan ke konferensi/seminar ilmiah (nasional atau internasional). Disamping itu untuk memperlihatkan orisinalitas pemikiran dari paper proyek akhir tersebut.
Untuk mahasiswa bimbingan dosen SNS, wajib dan siap setiap paper-nya diikutsertakan ke dalam jurnal ilmiah nasional/internasional atau konferensi/seminar ilmiah nasional/internasional.
Bagi mahasiswa yang tidak siap untuk itu (menolak paper-nya diikutsertakan dalam event tersebut), boleh mengundurkan diri dari group bimbingan dosen SNS.
Mohon agar diperhatikan dan diinformasikan kepada mahasiswa yang berkepentingan.
Sehubungan dengan persiapan penyusunan workbook dan courseware memasuki semester baru nanti, tertanggal 7 s.d 10 Feb'2012 bimbingan/konsultasi untuk dosen SNS ditiadakan. Bimbingan/konsultasi dapat dilakukan via email.
Demikian untuk diperhatikan.
Agar diperhatikan dan dipahami bahwa seminar PA dan sidang PA bukanlah 'ajang' coba-coba. Bila tidak layak untuk lulus, maka tidak akan lulus atau diluluskan.
Oleh sebab itu setiap mahasiswa wajib mempersiapkan dengan baik agar lulus pada saat seminar PA atau sidang PA.
Dan yang terpenting, bila malas untuk membaca dan belajar serta mencari informasi lebih detail, pasti hasilnya tidak baik; dan alhasil pengerjaan proposal/draft laporan PA tidak akan rampung/selesai dengan hasil baik.
Kualitas sebuah proyek akhir tidak bisa begitu saja dinilai dari hasil sidang PA, namun berdasar pada lolos tidak-nya paper tersebut ke sebuah jurnal ilmiah (nasional atau internasional) bahkan ke konferensi/seminar ilmiah (nasional atau internasional). Disamping itu untuk memperlihatkan orisinalitas pemikiran dari paper proyek akhir tersebut.
Untuk mahasiswa bimbingan dosen SNS, wajib dan siap setiap paper-nya diikutsertakan ke dalam jurnal ilmiah nasional/internasional atau konferensi/seminar ilmiah nasional/internasional.
Bagi mahasiswa yang tidak siap untuk itu (menolak paper-nya diikutsertakan dalam event tersebut), boleh mengundurkan diri dari group bimbingan dosen SNS.
Jumat, 07 Oktober 2011
baru
nama diana renita rahmalia
sangat menyukai hal-hal baru, bosan dengan sesuatu yang menunggu lama..
menyayangi mamanya, keluarganya, dan smua orang disekitarnya..
menyayangi dan begitu mencintai R Prama Rahadiansyah yang secepatnya akan menjadi suaminya..amiin..
sangat menyukai hal-hal baru, bosan dengan sesuatu yang menunggu lama..
menyayangi mamanya, keluarganya, dan smua orang disekitarnya..
menyayangi dan begitu mencintai R Prama Rahadiansyah yang secepatnya akan menjadi suaminya..amiin..
Senin, 22 Agustus 2011
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sejalan dengan maraknya perkembangan jaman yang semakin modern dalam dunia teknologi, manusia banyak menggunakan teknologi untuk kepentingannya masing-masing. Terutama dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika saat ini semakin mempermudah manusia dalam mendapatkan informasi. Salah satu layanan informasi tersebut adalah dengan mengunakan Layanan SMS Gateway. Layanan informasi ini memberikan kemudahan dalam memperoleh informasi dengan cepat; misalkan untuk kasus deteksi tindakan kriminal seperti pada kasus bila ada penyusup yang datang ke dalam rumah, namun dengan telah terpasangnya alat deteksi akses masuk ilegal berbasis Layanan SMS Gateway, maka informasi dapat cepat tersampaikan.
Namun, informasi yang dibutuhkan juga akan mengalami kesulitan apabila tidak diketahui bagaimana kondisi propagation-delay dan volume beban kanal data pada jaringan telepon bergerak yang terjadi dalam setiap waktu dalam setiap pembangunan panggilan komunikasi dilakukan, misalkan saja dalam hal mendapatkan informasi yang cepat seperti pada contoh kasus Layanan SMS Gateway. Oleh sebab itu dibutuhkan sebuah analisis propagation-delay dan volume beban kanal data pada jaringan telepon bergerak, khususnya untuk kondisi pada Layanan SMS Gateway.
Disamping itu, timbul pemikiran apakah jarak juga mempengaruhi delay pengiriman/penerimaan sebuah panggilan data. Misalkan apabila tiga kota berbeda jarak, saat menerima sebuah SMS dari satu kota asal, apakah akan mempengaruhi delay SMS tersebut sampai.
Oleh sebab itu dari kondisi ini akan dilakukan pengujian pengaruh delay terhadap dua variable pengamatan yakni: volume beban kanal data dan jarak pada sebuah jaringan telepon bergerak, dengan mengambil uji-coba kasus pada Layanan SMS Gateway pada alat deteksi akses masuk ilegal. Dengan demikian diharapkan dapat diketahui kapan waktu yang baik dalam memperoleh informasi.
Volume beban kanal data dan propagation-delay pada jaringan telepon bergerak pada sebuah jaringan sangat sulit untuk diprediksi, memerlukan waktu pengamatan yang cukup lama agar didapatkan hasil pengujian/observasi yang lebih objektif, sehingga dengan demikian dalam hal mempelajari sifat volume beban kanal data dan propagation-delay pada jaringan telepon bergerak tersebut dilakukan pengamatan selama tiga bulan pada hari-hari tertentu yaitu pada hari: Senin, Rabu, dan Jumat yang diasumsikan merepresentasikan waktu aktivitas kerja.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengaruh propagation-delay pada kanal data jaringan telepon bergerak terhadap parameter jarak.
2. Bagaimana pengaruh propagation-delay pada kanal data jaringan telepon bergerak terhadap parameter volume beban kanal data.
1.3 Tujuan
Tujuan dari pengerjaan Proyek Akhir ini yaitu :
1. Melakukan analisis pengujian pengaruh propagation-delay terhadap parameter jarak.
2. Melakukan analisis pengujian pengaruh propagation-delay terhadap parameter volume beban kanal data pada jaringan telepon bergerak.
1.4 Batasan Masalah
1. Tidak membahas lebih khusus mengenai spesifikasi alat deteksi akses masuk ilegal berbasis Layanan SMS Gateway tersebut.
2. Tidak membahas lebih khusus mengenai spesifikasi Layanan SMS Gateway yang diuji.
3. Kondisi gangguan yang tidak mungkin diabaikan selama pengujian: cuaca, multipath-fading, dan interferensi.
4. Pengukuran propagation-delay dilakukan menggunakan metode konvensional yakni: hitung mulai waktukirim sampai dengan hitung waktuterima menggunakan jam digital dengan mengkalibrasi waktu secara manual.
5. Pengujian propagation-delay untuk parameter jarak dilakukan pada kota Bandung, Indramayu, dan Cirebon (sisi client), dengan Server SMS Gateway diletakkan di kota Bandung, Server mengirimkan SMS bertuliskan “ada penyusup !!!”.
6. Pengujian propagation-delay untuk parameter volume beban kanal data pada jaringan telepon bergerak diamati selama tiga bulan pengamatan pada masing-masing hari setiap minggu: Senin, Rabu, dan Jumat; untuk waktu pengamatan slot hari: Pagi (pk.09.00), (pk.10.00), Siang (pk.11.00), (pk.13.00), dan (pk.14.00), Sore (pk.16.00) dan (pk.17.00) dengan mengambil waktu aktivitas kerja.
7. Kartu SIM yang digunakan dalam pengujian adalah Simpati (Telkomsel).
8. Tidak membahas teknik switching dan signalling yang terjadi selama propagasi sinyal diterima.
9. Tidak berorientasi pada basis data dan keamanan informasi.
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sejalan dengan maraknya perkembangan jaman yang semakin modern dalam dunia teknologi, manusia banyak menggunakan teknologi untuk kepentingannya masing-masing. Terutama dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika saat ini semakin mempermudah manusia dalam mendapatkan informasi. Salah satu layanan informasi tersebut adalah dengan mengunakan Layanan SMS Gateway. Layanan informasi ini memberikan kemudahan dalam memperoleh informasi dengan cepat; misalkan untuk kasus deteksi tindakan kriminal seperti pada kasus bila ada penyusup yang datang ke dalam rumah, namun dengan telah terpasangnya alat deteksi akses masuk ilegal berbasis Layanan SMS Gateway, maka informasi dapat cepat tersampaikan.
Namun, informasi yang dibutuhkan juga akan mengalami kesulitan apabila tidak diketahui bagaimana kondisi propagation-delay dan volume beban kanal data pada jaringan telepon bergerak yang terjadi dalam setiap waktu dalam setiap pembangunan panggilan komunikasi dilakukan, misalkan saja dalam hal mendapatkan informasi yang cepat seperti pada contoh kasus Layanan SMS Gateway. Oleh sebab itu dibutuhkan sebuah analisis propagation-delay dan volume beban kanal data pada jaringan telepon bergerak, khususnya untuk kondisi pada Layanan SMS Gateway.
Disamping itu, timbul pemikiran apakah jarak juga mempengaruhi delay pengiriman/penerimaan sebuah panggilan data. Misalkan apabila tiga kota berbeda jarak, saat menerima sebuah SMS dari satu kota asal, apakah akan mempengaruhi delay SMS tersebut sampai.
Oleh sebab itu dari kondisi ini akan dilakukan pengujian pengaruh delay terhadap dua variable pengamatan yakni: volume beban kanal data dan jarak pada sebuah jaringan telepon bergerak, dengan mengambil uji-coba kasus pada Layanan SMS Gateway pada alat deteksi akses masuk ilegal. Dengan demikian diharapkan dapat diketahui kapan waktu yang baik dalam memperoleh informasi.
Volume beban kanal data dan propagation-delay pada jaringan telepon bergerak pada sebuah jaringan sangat sulit untuk diprediksi, memerlukan waktu pengamatan yang cukup lama agar didapatkan hasil pengujian/observasi yang lebih objektif, sehingga dengan demikian dalam hal mempelajari sifat volume beban kanal data dan propagation-delay pada jaringan telepon bergerak tersebut dilakukan pengamatan selama tiga bulan pada hari-hari tertentu yaitu pada hari: Senin, Rabu, dan Jumat yang diasumsikan merepresentasikan waktu aktivitas kerja.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengaruh propagation-delay pada kanal data jaringan telepon bergerak terhadap parameter jarak.
2. Bagaimana pengaruh propagation-delay pada kanal data jaringan telepon bergerak terhadap parameter volume beban kanal data.
1.3 Tujuan
Tujuan dari pengerjaan Proyek Akhir ini yaitu :
1. Melakukan analisis pengujian pengaruh propagation-delay terhadap parameter jarak.
2. Melakukan analisis pengujian pengaruh propagation-delay terhadap parameter volume beban kanal data pada jaringan telepon bergerak.
1.4 Batasan Masalah
1. Tidak membahas lebih khusus mengenai spesifikasi alat deteksi akses masuk ilegal berbasis Layanan SMS Gateway tersebut.
2. Tidak membahas lebih khusus mengenai spesifikasi Layanan SMS Gateway yang diuji.
3. Kondisi gangguan yang tidak mungkin diabaikan selama pengujian: cuaca, multipath-fading, dan interferensi.
4. Pengukuran propagation-delay dilakukan menggunakan metode konvensional yakni: hitung mulai waktukirim sampai dengan hitung waktuterima menggunakan jam digital dengan mengkalibrasi waktu secara manual.
5. Pengujian propagation-delay untuk parameter jarak dilakukan pada kota Bandung, Indramayu, dan Cirebon (sisi client), dengan Server SMS Gateway diletakkan di kota Bandung, Server mengirimkan SMS bertuliskan “ada penyusup !!!”.
6. Pengujian propagation-delay untuk parameter volume beban kanal data pada jaringan telepon bergerak diamati selama tiga bulan pengamatan pada masing-masing hari setiap minggu: Senin, Rabu, dan Jumat; untuk waktu pengamatan slot hari: Pagi (pk.09.00), (pk.10.00), Siang (pk.11.00), (pk.13.00), dan (pk.14.00), Sore (pk.16.00) dan (pk.17.00) dengan mengambil waktu aktivitas kerja.
7. Kartu SIM yang digunakan dalam pengujian adalah Simpati (Telkomsel).
8. Tidak membahas teknik switching dan signalling yang terjadi selama propagasi sinyal diterima.
9. Tidak berorientasi pada basis data dan keamanan informasi.
Minggu, 12 Juni 2011
Senin, 09 Mei 2011
Cybersquatting
Trademark is anything that enables a consumer to differentiate one company’s products from another’s
May be
Logo
Package design
Phrase
Sound
Word
May be
Logo
Package design
Phrase
Sound
Word
Kamis, 03 Maret 2011
latar belakang juga
Pengukuran memegang peranan penting dalam dunia industri. Pada tahap penelitian atau perancangan, pengukuran diperlukan untuk analisis teknik eksperimental. Pada tingkat aplikasi misalnya pada industri proses, pengukuran diperlukan dalam pemantauan dan pengendalian suatu proses. Dengan pesatnya perkembangan teknologi proses pencarian data dari hasil pengukuran saat ini dapat menggunakan berbagai macam cara atau metode.
Salah satu cara yang kita kenal adalah pengukuran menggunakan metode Efek Hall. Sensor Efek Hall dirancang untuk merasakan adanya objek magnetis dengan perubahan posisinya. Sensor jenis ini biasa digunakan sebagai pengukur kecepatan, pengukur getaran, medan-magnet dan lain-lain. Seperti dalam hal ini pengukuran medan-magnet pada alat pendeteksi pencurian.
Begitu pentingnya hasil dalam suatu pengukuran maka kelebihan itu akan sangat bermanfaat. Dalam kehidupan disekitar kita bisa temukan alat-alat yang menggunakan metode tersebut. Tentunya dalam hal ini pengukuran sangat penting bagi pemilik rumah yang memiliki dan menangani alat pendeteksi pencurian tersebut.
Salah satu cara yang kita kenal adalah pengukuran menggunakan metode Efek Hall. Sensor Efek Hall dirancang untuk merasakan adanya objek magnetis dengan perubahan posisinya. Sensor jenis ini biasa digunakan sebagai pengukur kecepatan, pengukur getaran, medan-magnet dan lain-lain. Seperti dalam hal ini pengukuran medan-magnet pada alat pendeteksi pencurian.
Begitu pentingnya hasil dalam suatu pengukuran maka kelebihan itu akan sangat bermanfaat. Dalam kehidupan disekitar kita bisa temukan alat-alat yang menggunakan metode tersebut. Tentunya dalam hal ini pengukuran sangat penting bagi pemilik rumah yang memiliki dan menangani alat pendeteksi pencurian tersebut.
Minggu, 20 Februari 2011
catatan baru
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Teknologi digital dan internet saat ini telah memberi kemudahan bagi kita untuk melakukan akses, manipulasi, serta distribusi informasi berupa suara digital. Kemudahan tersebut kemudian digunakan secara negatif tanpa memperhatikan aspek hak cipta. Penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan berupa penduplikasian atau pembajakan secara ilegal, manipulasi terhadap isi data suara, dan pendistribusian secara ilegal dalam bentuk yang benar-benar sama dengan yang aslinya sehingga merugikan pemegang hak cipta atas produk suara tersebut. Pengguna maupun pembajak dapat memperoleh produk suara digital, baik berupa musik, pidato, dan dalam bentuk lainnya untuk disimpan ke dalam CD dan Harddisk dengan mudah tanpa izin dan mengeluarkan banyak uang. Suara digital tersebut kemudian dapat dengan mudah diduplikasi dan didistribusikan. Proses duplikasi atas produk suara digital tersebut dilakukan secara bebas dan hasil kopi sebuah produk sangat identik dengan yang asli.
1.2 Perumusan Masalah
Pada penelitian ini, penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana menyisipkan atau menyimpan informasi Watermarking kedalam suara digital.
2. Bagaimana mengekstrak informasi Watermarking dari suara digital.
Metode yang digunakan pada proses penyisipan dan ekstraksi adalah dengan metode low bit coding. Suara digital yang akan disisipi informasi Watermarking adalah dalam format WAV.
Format suara WAV (Waveform Data) merupakan standar dari RIFF (Resource Interchage File Format) yang dibentuk oleh Mocrosoft. Format suara WAV dipilih karena format ini banyak digunakan, dan memiliki kualitas suara yang sangat baik.
Ada beberapa metode Watermarking yang banyak digunakan untuk menyisipkan imformasi digital kedalam suara WAV. Beberapa diantaranya adalah phase coding, spread spectrum, echo data hiding. Metode yang akan digunakan adalah low bit coding. Metode ini dipillih, karena metode ini lebih mudah dilakukan, dan metode ini tidak menambah dari data suara WAV.
1.3 Batasan Masalah
1. Suara digital yang akan disisipi informasi Watermarking adalah dalam format WAV.
2. Informasi Watermarking yang akan disisipkan dan diekstrak ke dan dari suara digital berupa teks.
3. Suara digital berlabel adalah dalam format WAV. Suara digital berlabel merupakan suara WAV yang telah disisipi informasi Watermarking.
4. Kunci berupa bilangan decimal dengan rentang dari 0 sampai dengan 999.999.999. Kunci digunakan untk menjaga kerahasiaan informasi Watermarking yang disisipkan atau disimpan kedalam suara digital.
5. Proses penyisipan dan ekstraksi menggunakan metode low bit coding.
1.4 Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah sebagai berikut :
a. Melakukan analisis terhadap proses penyisipan dan ekstraksi informasi hak cipta dengan metode low bit coding.
b. Mengimplimentasikan proses penyisipan dan ekstraksi pada suara digital dalam format WAV.
1.5 Metodelogi
Metodologi penyelesaian masalah yang dipakai dalam penulisan tugas besar adalah sebagai berikut :
1. Studi Literatur
Literatur dalam hal ini berupa buku dan internet. Kegiatan ini ditunjukan untuk mendapatkan referensi yang jelas dan tepat mengenai bahan-bahan yang berhubungan dengan masalah yang dibahas dengan melihat jurnal-jurnal.
2. Eksperimen
Eksperimen dilakukan denga perancanagan dan implementasi system untuk membuat gambaran yang jelas dari masalah yang dihadapi dengan pembuatan program aplikasi menggunakan bahasa C dan kopilator yang dipakai adalah Borland C++ Builder.
3. Metode Dokumentasi
Metode Dokumentasi adalah suatu cara pengumpulan data dengan cara mempelajari dan memahami data yang bersumber dari catatan atau dokumen yang tersedia.
4. Bimbingan dengan Dosen Pembimbing
Bimbingan dengan dosen pembimbing dilakukan dengan terstruktur dan menurut jadwal yang telah ditentukan dari dosen pembimbingnya langsung. Penulis juga melakukan tanya-jawab dengan dosen pembimbing dan melakukan revisi rutin dalam setiap bimbingan laporan yang telah dibuat.
1.1 Latar Belakang
Teknologi digital dan internet saat ini telah memberi kemudahan bagi kita untuk melakukan akses, manipulasi, serta distribusi informasi berupa suara digital. Kemudahan tersebut kemudian digunakan secara negatif tanpa memperhatikan aspek hak cipta. Penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan berupa penduplikasian atau pembajakan secara ilegal, manipulasi terhadap isi data suara, dan pendistribusian secara ilegal dalam bentuk yang benar-benar sama dengan yang aslinya sehingga merugikan pemegang hak cipta atas produk suara tersebut. Pengguna maupun pembajak dapat memperoleh produk suara digital, baik berupa musik, pidato, dan dalam bentuk lainnya untuk disimpan ke dalam CD dan Harddisk dengan mudah tanpa izin dan mengeluarkan banyak uang. Suara digital tersebut kemudian dapat dengan mudah diduplikasi dan didistribusikan. Proses duplikasi atas produk suara digital tersebut dilakukan secara bebas dan hasil kopi sebuah produk sangat identik dengan yang asli.
1.2 Perumusan Masalah
Pada penelitian ini, penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana menyisipkan atau menyimpan informasi Watermarking kedalam suara digital.
2. Bagaimana mengekstrak informasi Watermarking dari suara digital.
Metode yang digunakan pada proses penyisipan dan ekstraksi adalah dengan metode low bit coding. Suara digital yang akan disisipi informasi Watermarking adalah dalam format WAV.
Format suara WAV (Waveform Data) merupakan standar dari RIFF (Resource Interchage File Format) yang dibentuk oleh Mocrosoft. Format suara WAV dipilih karena format ini banyak digunakan, dan memiliki kualitas suara yang sangat baik.
Ada beberapa metode Watermarking yang banyak digunakan untuk menyisipkan imformasi digital kedalam suara WAV. Beberapa diantaranya adalah phase coding, spread spectrum, echo data hiding. Metode yang akan digunakan adalah low bit coding. Metode ini dipillih, karena metode ini lebih mudah dilakukan, dan metode ini tidak menambah dari data suara WAV.
1.3 Batasan Masalah
1. Suara digital yang akan disisipi informasi Watermarking adalah dalam format WAV.
2. Informasi Watermarking yang akan disisipkan dan diekstrak ke dan dari suara digital berupa teks.
3. Suara digital berlabel adalah dalam format WAV. Suara digital berlabel merupakan suara WAV yang telah disisipi informasi Watermarking.
4. Kunci berupa bilangan decimal dengan rentang dari 0 sampai dengan 999.999.999. Kunci digunakan untk menjaga kerahasiaan informasi Watermarking yang disisipkan atau disimpan kedalam suara digital.
5. Proses penyisipan dan ekstraksi menggunakan metode low bit coding.
1.4 Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah sebagai berikut :
a. Melakukan analisis terhadap proses penyisipan dan ekstraksi informasi hak cipta dengan metode low bit coding.
b. Mengimplimentasikan proses penyisipan dan ekstraksi pada suara digital dalam format WAV.
1.5 Metodelogi
Metodologi penyelesaian masalah yang dipakai dalam penulisan tugas besar adalah sebagai berikut :
1. Studi Literatur
Literatur dalam hal ini berupa buku dan internet. Kegiatan ini ditunjukan untuk mendapatkan referensi yang jelas dan tepat mengenai bahan-bahan yang berhubungan dengan masalah yang dibahas dengan melihat jurnal-jurnal.
2. Eksperimen
Eksperimen dilakukan denga perancanagan dan implementasi system untuk membuat gambaran yang jelas dari masalah yang dihadapi dengan pembuatan program aplikasi menggunakan bahasa C dan kopilator yang dipakai adalah Borland C++ Builder.
3. Metode Dokumentasi
Metode Dokumentasi adalah suatu cara pengumpulan data dengan cara mempelajari dan memahami data yang bersumber dari catatan atau dokumen yang tersedia.
4. Bimbingan dengan Dosen Pembimbing
Bimbingan dengan dosen pembimbing dilakukan dengan terstruktur dan menurut jadwal yang telah ditentukan dari dosen pembimbingnya langsung. Penulis juga melakukan tanya-jawab dengan dosen pembimbing dan melakukan revisi rutin dalam setiap bimbingan laporan yang telah dibuat.
Rabu, 19 Januari 2011
mikrohidro
Mikrohidro adalah istilah yang digunakan untuk instalasi pembangkit listrik yang mengunakan energi air. Kondisi air yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber daya (resources) penghasil listrik adalah memiliki kapasitas aliran dan ketinggian tertentu dan instalasi. Semakin besar kapasitas aliran maupun ketinggiannya dari istalasi maka semakin besar energi yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik.
Biasanya Mikrohidro dibangun berdasarkan kenyataan bahwa adanya air yang mengalir di suatu daerah dengan kapasitas dan ketinggian yang memadai. Istilah kapasitas mengacu kepada jumlah volume aliran air persatuan waktu (flow capacity) sedangan beda ketinggian daerah aliran sampai ke instalasi dikenal dengan istilah head. Mikrohidro juga dikenal sebagai white resources dengan terjemahan bebas bisa dikatakan "energi putih". Dikatakan demikian karena instalasi pembangkit listrik seperti ini menggunakan sumber daya yang telah disediakan oleh alam dan ramah lingkungan. Suatu kenyataan bahwa alam memiliki air terjun atau jenis lainnya yang menjadi tempat air mengalir. Dengan teknologi sekarang maka energi aliran air beserta energi perbedaan ketinggiannya dengan daerah tertentu (tempat instalasi akan dibangun) dapat diubah menjadi energi listrik,
Biasanya Mikrohidro dibangun berdasarkan kenyataan bahwa adanya air yang mengalir di suatu daerah dengan kapasitas dan ketinggian yang memadai. Istilah kapasitas mengacu kepada jumlah volume aliran air persatuan waktu (flow capacity) sedangan beda ketinggian daerah aliran sampai ke instalasi dikenal dengan istilah head. Mikrohidro juga dikenal sebagai white resources dengan terjemahan bebas bisa dikatakan "energi putih". Dikatakan demikian karena instalasi pembangkit listrik seperti ini menggunakan sumber daya yang telah disediakan oleh alam dan ramah lingkungan. Suatu kenyataan bahwa alam memiliki air terjun atau jenis lainnya yang menjadi tempat air mengalir. Dengan teknologi sekarang maka energi aliran air beserta energi perbedaan ketinggiannya dengan daerah tertentu (tempat instalasi akan dibangun) dapat diubah menjadi energi listrik,
Rabu, 05 Januari 2011
latar belakang
Saat ini, saat dunia telah terhubung melalui jaringan internet, tanpa batasan lagi, memiliki sebuah website menjadi suatu keharusan bagi sebuah perusahaan, organisasi atau individu. Dengan memiliki sebuah website, individu atau perusahaan seakan memiliki rumah atau kantor yang buka 24 jam, 7 hari seminggu, setiap hari 365 hari dalam 1 tahun. Memang mungkin tidak melayani dengan kontak langsung full 24 jam, tapi minimal dengan memiliki website, maka rumah atau kantor kita dapat melakukan open house 24 Jam setiap hari untuk relasi, konsumen atau klien kita.
E-Commerce merupakan salah satu konsep yang cukup berkembang dalam dunia internet. Penggunaan sistem ini sebenarnya dapat menguntungkan banyak pihak, baik pihak konsumen, produsen maupun penjual (retail). Konsep online shopping menyediakan banyak kemudahan dan kelebihan jika dibandingkan dengan konsep belanja yang konvensional. Selain proses transaksi bisa menjadi lebih cepat, di internet telah disediakan hampir semua barang yang biasanya dijual secara lengkap.
Bisnis online adalah bisnis yang mengandalkan kepercayaan konsumen. Konsumen akan sangat berhati-hati untuk melakukan transaksi secara online, karena seringkali fasilitas blog atau situs jaringan pertemanan yang tersedia secara gratis tersebut digunakan oleh beberapa oknum untuk mengeruk keuntungan sendiri, misalnya pembayaran telah ditransfer oleh konsumen, namun barang pesanan tersebut tidak dikirim. Hal ini terjadi karena mudahnya orang berganti identitas dengan menggunakan blog atau situs pertemanan gratis. Karena itu konsumen akan lebih mempercayai toko online yang menggunakan nama domain sendiri dan hosting yang berbayar.
Di sisi lain, bisnis toko baju online sudah sangat ramai di dunia internet, oleh karena itu toko baju online yang akan di buat mempunyai nilai kreatif tersendiri. Berdasarkan perkembangan teknologi khususnya teknologi ponsel, tugas akhir ini akan menerapkan sebuah konsep multitouch point e-commerce pada bisnis toko baju online.
Pada toko baju online yang kami buat yaitu bernama “Toko Baju Bagus” dapat memeberikan kemudahan dalam membeli sebuah pakaian dimana selama ini hanya dilakukan dengan cara mebeli langsung di toko yang sangat merepotkan n memakan waktu yg banyak. Dengan menggunakan website sebagai media perantara penjualan pakaian ini kami menampilkan produk kami secara gambar yang dapat di pilih ukurannya dan jumlah yang ingin dipesan. Kelebihan toko baju online kami yaitu memiliki layanan pesanan khusus yang dapat digunakan untuk memesan pakaian yang sudah kami sediakan contoh-contohnya dan tinggal ditambahkan oleh konsumen dari segi sablon atau motif, tentunya dilakukan melaui email yang sangat membantu para konsumen dalam menentukan pakaian yang ingin dibelinya agar sesuai dengan keinginan konsumen.
E-Commerce merupakan salah satu konsep yang cukup berkembang dalam dunia internet. Penggunaan sistem ini sebenarnya dapat menguntungkan banyak pihak, baik pihak konsumen, produsen maupun penjual (retail). Konsep online shopping menyediakan banyak kemudahan dan kelebihan jika dibandingkan dengan konsep belanja yang konvensional. Selain proses transaksi bisa menjadi lebih cepat, di internet telah disediakan hampir semua barang yang biasanya dijual secara lengkap.
Bisnis online adalah bisnis yang mengandalkan kepercayaan konsumen. Konsumen akan sangat berhati-hati untuk melakukan transaksi secara online, karena seringkali fasilitas blog atau situs jaringan pertemanan yang tersedia secara gratis tersebut digunakan oleh beberapa oknum untuk mengeruk keuntungan sendiri, misalnya pembayaran telah ditransfer oleh konsumen, namun barang pesanan tersebut tidak dikirim. Hal ini terjadi karena mudahnya orang berganti identitas dengan menggunakan blog atau situs pertemanan gratis. Karena itu konsumen akan lebih mempercayai toko online yang menggunakan nama domain sendiri dan hosting yang berbayar.
Di sisi lain, bisnis toko baju online sudah sangat ramai di dunia internet, oleh karena itu toko baju online yang akan di buat mempunyai nilai kreatif tersendiri. Berdasarkan perkembangan teknologi khususnya teknologi ponsel, tugas akhir ini akan menerapkan sebuah konsep multitouch point e-commerce pada bisnis toko baju online.
Pada toko baju online yang kami buat yaitu bernama “Toko Baju Bagus” dapat memeberikan kemudahan dalam membeli sebuah pakaian dimana selama ini hanya dilakukan dengan cara mebeli langsung di toko yang sangat merepotkan n memakan waktu yg banyak. Dengan menggunakan website sebagai media perantara penjualan pakaian ini kami menampilkan produk kami secara gambar yang dapat di pilih ukurannya dan jumlah yang ingin dipesan. Kelebihan toko baju online kami yaitu memiliki layanan pesanan khusus yang dapat digunakan untuk memesan pakaian yang sudah kami sediakan contoh-contohnya dan tinggal ditambahkan oleh konsumen dari segi sablon atau motif, tentunya dilakukan melaui email yang sangat membantu para konsumen dalam menentukan pakaian yang ingin dibelinya agar sesuai dengan keinginan konsumen.
Kamis, 30 Desember 2010
TUGAS TEKNOLOGI INTEGRASI BISNIS YANG DATANG TELAT
"Pada awal tahun 2004 ketika internet banking Bank Industri pada penggunaan arsitektur SOA itu. Hal ini memungkinkan kita untuk dengan mudah mencapai kebutuhan bisnis reaksi Kuaisu" Dalam sebuah wawancara., Industri Cabang Bank Beijing Sains dan Teknologi Zongjing Li Huang Sheng kepada wartawan. ritel bisnis perbankan China dalam beberapa tahun terakhir, persaingan semakin ketat, dan internet banking untuk pengembangan perbankan ritel memiliki arti penting.
IT adalah core banking yang menentukan kompetitif ritel
Transisi ke perbankan ritel, sektor perbankan dalam beberapa tahun terakhir yang paling populer slogan. Sesuai dengan penjelasan di Wikipedia, bisnis perbankan grosir terutama target perusahaan besar, lembaga-lembaga dan organisasi sosial, yang biasanya melibatkan jumlah yang lebih besar. bisnis perbankan Ritel terutama ditujukan pada keluarga dan usaha kecil. Hipotik, kartu kredit, keuangan dan jasa pribadi lainnya bangkitnya bisnis perbankan ritel telah diambil serius, laporan ini dari Bank Industri dapat dilihat. Bank Industri pada tahun 2007 laporan semi-tahunan, aset kredit Bank Industri ritel di seluruh lini aset kredit dalam akuntansi untuk dekat dengan 25%, dibandingkan dengan tahun 2004 meningkat 16 persen. Bank Industri pada tahun 2008 laporan semi-tahunan kartu kredit 1.030.000 baru, kartu istirahat total 4.000.000. Jumlah pelanggan ritel mencapai 475.700 VIP, Personal Internet Banking angka 1.183.700 pelanggan.
Huang Sheng berkata: "Yang paling dekat hubungannya dengan TI adalah bisnis perbankan ritel."
Persaingan dalam bisnis perbankan ritel mencapai kemenangan dalam daya saing inti dari apa Huang Sheng berkata?: "Yang paling dekat hubungannya dengan TI adalah bisnis perbankan ritel. Dibandingkan dengan perbankan grosir, perbankan ritel lebih tergantung pada sistem IT. Meskipun IT di belakang layar, itu adalah inti daya saing bank "perbankan ritel dan grosir perbankan sebagai klien, biaya operasi, pengendalian risiko dan mobilitas pelanggan cara yang berbeda dan oleh karena itu layanan memiliki tuntutan yang berbeda pada sistem TI juga berbeda.. Sebagai sasaran utama dari bisnis perbankan grosir adalah organisasi yang besar, dan bank akan ditunjuk manajer klien untuk melacak pelanggan, dan menyediakan jasa keuangan disesuaikan. Bisnis perbankan ritel, penargetan keluarga dan usaha kecil, bank umumnya tidak account manajer yang ditugaskan kepada mereka, tetapi mengandalkan online banking, ATM dan saluran lain meningkatkan layanan pelanggan Biaozhun Hua diri-layanan keuangan untuk viskositas.
Dibandingkan dengan saluran jaringan tradisional, layanan perbankan online ATM seperti saluran perbankan elektronik memiliki waktu yang lama, investasi kecil, output karakteristik memberikan manfaat yang besar, merupakan pengembangan yang diperlukan dari saluran perbankan ritel. Namun, pengembangan pasar, manajemen mekanisme internal untuk setiap jenis perubahan akan menyebabkan perubahan dalam permintaan untuk sistem perbankan elektronik. SOA (arsitektur berorientasi layanan) telah mengubah cara tradisional produksi perangkat lunak, sehingga para pengembang dapat kebutuhan bisnis, akan menjadi komponen dirakit menjadi layanan yang terpisah, dan kemudian dirakit ke dalam sistem bisnis jasa akhir. Sebagai hasil dari arsitektur SOA, ketika permintaan untuk perubahan, Bank Industri hanya perlu kembali dipasang sesuai kebutuhan bisnis layanan ini, bukan dari banyak kode untuk disesuaikan untuk beradaptasi dengan perubahan permintaan dengan cara ini sangat mengurangi respon terhadap kesulitan perubahan permintaan, sangat mengurangi waktu respon terhadap perubahan permintaan.
Memberikan pengalaman yang konsisten untuk seluruh baris
nasabah perbankan Ritel untuk meningkatkan viskositas titik kunci adalah bahwa pelanggan di satu tempat, merasa bahwa akses ke layanan di bank yang sama. Singkirkan "seribu wajah" masalah, sehingga proses bisnis nasional dan global adalah "Satu Bank", sangat penting. Huang Sheng berpendapat bahwa VI bersatu adalah "Satu Bank" penampilan. Selain biaya utilitas dan karakteristik lokal lainnya, bisnis, cabang lokal perlu menyediakan jenis usaha terpadu dan pengalaman.
Uniform jenis kegiatan usaha tidak sulit untuk mencapai pengalaman pengguna yang bersatu lebih sulit untuk dicapai. pemegang kartu bank Beberapa pengguna akan menemukan, di penerbit kartu non-kota, terutama di daerah-daerah terpencil dengan kartu, kemungkinan lebih tinggi transaksi gagal. Huang Sheng berkata: "Dalam hal teknis, ini adalah tingkat keberhasilan transaksi dan tingkat swap dari account yang berbeda Alasan yang mendasari adalah bahwa, sebagai sebuah bisnis, di berbagai bagian operasi, akan berjalan di berbagai sistem IT.. Adapun Industri bank, pengguna tidak akan memiliki perasaan seperti itu. karena, tanpa peralatan pengguna yang kota Industri Bank untuk beroperasi pada punggungnya adalah seperangkat sistem TI, dan perdagangan sehingga tingkat keberhasilan dan tingkat swap adalah account yang sama itu. "
Biarkan pelanggan menikmati layanan keuangan tidak terganggu, bank ritel dapat meningkatkan pengalaman pelanggan, merupakan inti bank dalam daya saing lokal. 31 Desember setiap tahunnya, rekening bank semua waktu akhir tahun. Untuk menjamin kelancaran rekening, beberapa akan dihentikan dari online banking, ATM, dll, semua bisnis. Huang Sheng, pada awal 2003, ketika Bank Industri akan dikeluarkan oleh Kantor Kekayaan Intelektual Negara, "untuk mencapai metode pengolahan data tanpa gangguan layanan dan sistem" paten, yang diluncurkan Bank Industri pada tahun 2003 merupakan komponen penting dari bisnis inti bagian. layanan segala cuaca-24-jam dari bank asing, untuk menghindari akhir hari bank batch asli dari operasi bisnis internal dan akhir tahun harus menangguhkan bisnis untuk ketidaknyamanan kepada pelanggan, efektif untuk bank secara keseluruhan kualitas layanan.
Mandiri mengembangkan sebuah sistem inti baik
Jelaskan sistem TI dalam waktu yang baik, sering melihat kata "dari luar negeri", "menggunakan teknologi IT terbaru," dan seterusnya. IT merupakan kompetensi inti yang tidak berarti pengenalan sistem TI dari luar negeri, kita harus menggunakan teknologi terbaru Banyak sistem TI bank, yang paling penting? Adalah sistem bisnis inti. Apakah pengenalan sistem bisnis inti asing, atau penelitian dan pengembangan independen, masing-masing memiliki alasan yang baik. Sistem core banking didasarkan pada generasi akun alamat inti, generasi berikutnya dari sistem inti adalah customer-centric. Apakah pada tahap penting transisi, pengenalan, atau penelitian independen dan pengembangan perdebatan yang panjang ini akan dimulai lagi.
Huang Sheng berkata: "Ini terbukti tahun, menggunakan sistem core banking yang dikembangkan sendiri, sebagian besar pengembangan yang baik, atau pengembangan diri yang baik" Pertama-tama, produsen asing sistem inti, dapat diuji di bank asing.. Namun, karena perbedaan kondisi nasional di Cina dan luar negeri, struktur perbankan, regulasi keuangan, dan banyak sistem akuntansi yang berbeda, pengenalan inti sistem bank, asing belum tentu cocok untuk bank lokal kami. Huang Sheng berkata, untuk memperhitungkan sebagai contoh, rekening bank asing memerlukan serangkaian birokrasi, lebih dari setengah jam adalah normal, tidak mungkin di negeri ini.
Selanjutnya, dibandingkan dengan vendor outsourcing, atau bank rakyat mereka sendiri pemahaman yang lebih mendalam dari pelanggan kami. Independen R & D dapat menjamin ketepatan waktu respon dengan kebutuhan bisnis. Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat yang semakin beragam permintaan jasa keuangan, bank harus dapat memberikan pada layanan permintaan. Huang Sheng berpendapat bahwa outsourcing sistem inti, sulit untuk mencapai respon yang cepat untuk kebutuhan bisnis. Tentu saja, penelitian dan pengembangan telah independen dalam kemampuan kita. Dapat menggunakan model yang dikembangkan sendiri, juga tergantung pada alokasi sumber daya bank. Jika bank departemen TI kurangnya kemampuan sumber daya manusia, harga diri belum tentu sesuai.
Apakah tidak menggunakan teknologi terbaru IT, kita bisa membangun daya saing inti kuat Huang Sheng? Bahwa informasi bank, bisnis berbasis teknologi tidak saluran. Memenuhi kebutuhan bisnis, tidak membutuhkan teknologi IT terbaru. Studi di luar negeri, ketika Huang Sheng mencatat, beberapa bank masih dapat menggunakan sistem ditulis dalam Cobol. Selama ini berjalan pada sistem operasi bisnis perbankan normal, bank tidak akan menulis sistem dan memberikan bahasa tua.
IT adalah core banking yang menentukan kompetitif ritel
Transisi ke perbankan ritel, sektor perbankan dalam beberapa tahun terakhir yang paling populer slogan. Sesuai dengan penjelasan di Wikipedia, bisnis perbankan grosir terutama target perusahaan besar, lembaga-lembaga dan organisasi sosial, yang biasanya melibatkan jumlah yang lebih besar. bisnis perbankan Ritel terutama ditujukan pada keluarga dan usaha kecil. Hipotik, kartu kredit, keuangan dan jasa pribadi lainnya bangkitnya bisnis perbankan ritel telah diambil serius, laporan ini dari Bank Industri dapat dilihat. Bank Industri pada tahun 2007 laporan semi-tahunan, aset kredit Bank Industri ritel di seluruh lini aset kredit dalam akuntansi untuk dekat dengan 25%, dibandingkan dengan tahun 2004 meningkat 16 persen. Bank Industri pada tahun 2008 laporan semi-tahunan kartu kredit 1.030.000 baru, kartu istirahat total 4.000.000. Jumlah pelanggan ritel mencapai 475.700 VIP, Personal Internet Banking angka 1.183.700 pelanggan.
Huang Sheng berkata: "Yang paling dekat hubungannya dengan TI adalah bisnis perbankan ritel."
Persaingan dalam bisnis perbankan ritel mencapai kemenangan dalam daya saing inti dari apa Huang Sheng berkata?: "Yang paling dekat hubungannya dengan TI adalah bisnis perbankan ritel. Dibandingkan dengan perbankan grosir, perbankan ritel lebih tergantung pada sistem IT. Meskipun IT di belakang layar, itu adalah inti daya saing bank "perbankan ritel dan grosir perbankan sebagai klien, biaya operasi, pengendalian risiko dan mobilitas pelanggan cara yang berbeda dan oleh karena itu layanan memiliki tuntutan yang berbeda pada sistem TI juga berbeda.. Sebagai sasaran utama dari bisnis perbankan grosir adalah organisasi yang besar, dan bank akan ditunjuk manajer klien untuk melacak pelanggan, dan menyediakan jasa keuangan disesuaikan. Bisnis perbankan ritel, penargetan keluarga dan usaha kecil, bank umumnya tidak account manajer yang ditugaskan kepada mereka, tetapi mengandalkan online banking, ATM dan saluran lain meningkatkan layanan pelanggan Biaozhun Hua diri-layanan keuangan untuk viskositas.
Dibandingkan dengan saluran jaringan tradisional, layanan perbankan online ATM seperti saluran perbankan elektronik memiliki waktu yang lama, investasi kecil, output karakteristik memberikan manfaat yang besar, merupakan pengembangan yang diperlukan dari saluran perbankan ritel. Namun, pengembangan pasar, manajemen mekanisme internal untuk setiap jenis perubahan akan menyebabkan perubahan dalam permintaan untuk sistem perbankan elektronik. SOA (arsitektur berorientasi layanan) telah mengubah cara tradisional produksi perangkat lunak, sehingga para pengembang dapat kebutuhan bisnis, akan menjadi komponen dirakit menjadi layanan yang terpisah, dan kemudian dirakit ke dalam sistem bisnis jasa akhir. Sebagai hasil dari arsitektur SOA, ketika permintaan untuk perubahan, Bank Industri hanya perlu kembali dipasang sesuai kebutuhan bisnis layanan ini, bukan dari banyak kode untuk disesuaikan untuk beradaptasi dengan perubahan permintaan dengan cara ini sangat mengurangi respon terhadap kesulitan perubahan permintaan, sangat mengurangi waktu respon terhadap perubahan permintaan.
Memberikan pengalaman yang konsisten untuk seluruh baris
nasabah perbankan Ritel untuk meningkatkan viskositas titik kunci adalah bahwa pelanggan di satu tempat, merasa bahwa akses ke layanan di bank yang sama. Singkirkan "seribu wajah" masalah, sehingga proses bisnis nasional dan global adalah "Satu Bank", sangat penting. Huang Sheng berpendapat bahwa VI bersatu adalah "Satu Bank" penampilan. Selain biaya utilitas dan karakteristik lokal lainnya, bisnis, cabang lokal perlu menyediakan jenis usaha terpadu dan pengalaman.
Uniform jenis kegiatan usaha tidak sulit untuk mencapai pengalaman pengguna yang bersatu lebih sulit untuk dicapai. pemegang kartu bank Beberapa pengguna akan menemukan, di penerbit kartu non-kota, terutama di daerah-daerah terpencil dengan kartu, kemungkinan lebih tinggi transaksi gagal. Huang Sheng berkata: "Dalam hal teknis, ini adalah tingkat keberhasilan transaksi dan tingkat swap dari account yang berbeda Alasan yang mendasari adalah bahwa, sebagai sebuah bisnis, di berbagai bagian operasi, akan berjalan di berbagai sistem IT.. Adapun Industri bank, pengguna tidak akan memiliki perasaan seperti itu. karena, tanpa peralatan pengguna yang kota Industri Bank untuk beroperasi pada punggungnya adalah seperangkat sistem TI, dan perdagangan sehingga tingkat keberhasilan dan tingkat swap adalah account yang sama itu. "
Biarkan pelanggan menikmati layanan keuangan tidak terganggu, bank ritel dapat meningkatkan pengalaman pelanggan, merupakan inti bank dalam daya saing lokal. 31 Desember setiap tahunnya, rekening bank semua waktu akhir tahun. Untuk menjamin kelancaran rekening, beberapa akan dihentikan dari online banking, ATM, dll, semua bisnis. Huang Sheng, pada awal 2003, ketika Bank Industri akan dikeluarkan oleh Kantor Kekayaan Intelektual Negara, "untuk mencapai metode pengolahan data tanpa gangguan layanan dan sistem" paten, yang diluncurkan Bank Industri pada tahun 2003 merupakan komponen penting dari bisnis inti bagian. layanan segala cuaca-24-jam dari bank asing, untuk menghindari akhir hari bank batch asli dari operasi bisnis internal dan akhir tahun harus menangguhkan bisnis untuk ketidaknyamanan kepada pelanggan, efektif untuk bank secara keseluruhan kualitas layanan.
Mandiri mengembangkan sebuah sistem inti baik
Jelaskan sistem TI dalam waktu yang baik, sering melihat kata "dari luar negeri", "menggunakan teknologi IT terbaru," dan seterusnya. IT merupakan kompetensi inti yang tidak berarti pengenalan sistem TI dari luar negeri, kita harus menggunakan teknologi terbaru Banyak sistem TI bank, yang paling penting? Adalah sistem bisnis inti. Apakah pengenalan sistem bisnis inti asing, atau penelitian dan pengembangan independen, masing-masing memiliki alasan yang baik. Sistem core banking didasarkan pada generasi akun alamat inti, generasi berikutnya dari sistem inti adalah customer-centric. Apakah pada tahap penting transisi, pengenalan, atau penelitian independen dan pengembangan perdebatan yang panjang ini akan dimulai lagi.
Huang Sheng berkata: "Ini terbukti tahun, menggunakan sistem core banking yang dikembangkan sendiri, sebagian besar pengembangan yang baik, atau pengembangan diri yang baik" Pertama-tama, produsen asing sistem inti, dapat diuji di bank asing.. Namun, karena perbedaan kondisi nasional di Cina dan luar negeri, struktur perbankan, regulasi keuangan, dan banyak sistem akuntansi yang berbeda, pengenalan inti sistem bank, asing belum tentu cocok untuk bank lokal kami. Huang Sheng berkata, untuk memperhitungkan sebagai contoh, rekening bank asing memerlukan serangkaian birokrasi, lebih dari setengah jam adalah normal, tidak mungkin di negeri ini.
Selanjutnya, dibandingkan dengan vendor outsourcing, atau bank rakyat mereka sendiri pemahaman yang lebih mendalam dari pelanggan kami. Independen R & D dapat menjamin ketepatan waktu respon dengan kebutuhan bisnis. Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat yang semakin beragam permintaan jasa keuangan, bank harus dapat memberikan pada layanan permintaan. Huang Sheng berpendapat bahwa outsourcing sistem inti, sulit untuk mencapai respon yang cepat untuk kebutuhan bisnis. Tentu saja, penelitian dan pengembangan telah independen dalam kemampuan kita. Dapat menggunakan model yang dikembangkan sendiri, juga tergantung pada alokasi sumber daya bank. Jika bank departemen TI kurangnya kemampuan sumber daya manusia, harga diri belum tentu sesuai.
Apakah tidak menggunakan teknologi terbaru IT, kita bisa membangun daya saing inti kuat Huang Sheng? Bahwa informasi bank, bisnis berbasis teknologi tidak saluran. Memenuhi kebutuhan bisnis, tidak membutuhkan teknologi IT terbaru. Studi di luar negeri, ketika Huang Sheng mencatat, beberapa bank masih dapat menggunakan sistem ditulis dalam Cobol. Selama ini berjalan pada sistem operasi bisnis perbankan normal, bank tidak akan menulis sistem dan memberikan bahasa tua.
Selasa, 21 Desember 2010
jawaban tepe
1. PC Router merupakan Router yang di buat dari sebuah PC yang dijadikan Fungsi Router yang dijanlakan dengan sistem operasi dan kebanyakan sistem operasi yang digunakan adalah berbasis OS (Operation System) Linux sehingga biasa di sebut Linux Based Router.
PC Router atau Linux Based Router sebenarnya sangat banyak sekali variannya baik yang berbayar/komersil maupun yang Free/open source. Yang komersil seperti Mikrotik OS, LogixOS/Neology, Gibraltar Dll, dan yang Free/open source
seperti MonoWall, Pfsense, Smothwall Express, IPCop, Linktrack, DD-WrtX86, OpenWRTX86, Freesco dan masih banyak lagi lainnya.
2.
3. 1. Booting
2. Setelah proses booting akan muncul menu pilihan software yg ingin di install.
Sebagai contoh awal aq pilih system, ppp, dhcp, hotspot, routing, security, and web-proxy.
– Siapkan PC,
– Di server / PC minimal 2 ethernet, 1 ke internet dan 1 lagi ke Network local
– Burn Source CD Mikrotik OS masukan ke CDROM
– Boot dari CDROM
– Install paket2 utama, lebih baiknya semua packet dengan cara menandainya (mark
dengan menekan tombol a pada keyboard anda, secara otomatis semua packet akan terinstall
– Setelah semua paket ditandai maka untuk menginstallnya tekan “I”
– Lama Install normalnya ga sampe 15menit, kalo lebih berarti gagal, ulangi ke step awal
– Setelah diinstall beres, PC restart kemudian keluarkan CD Mikrotik OS kemudian muncul tampilan login
4. [1]– Melihat kondisi interface pada Mikrotik Router
[admin@Mikrotik] > interface printFlags: X - disabled, D - dynamic, R - running# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU0 R ether1 ether 0 0 15001 R ether2 ether 0 0 1500
[admin@Mikrotik]>
Jika interfacenya ada tanda X (disabled) setelah nomor (0,1), maka periksa lagietherned cardnya, seharusnya R (running).
a. Mengganti nama interface[admin@Mikrotik] > interface(enter)
b. Untuk mengganti nama Interface ether1 menjadi Public (atau terserah namanya), maka[admin@Mikrotik] interface> set 0 name=Public
c. Begitu juga untuk ether2, misalkan namanya diganti menjadi Local, maka[admin@Mikrotik] interface> set 1 name=Local
d. atau langsung saja dari posisi root direktori, memakai tanda “/”, tanpa tanda kutip[admin@Mikrotik] > /interface set 0 name=Public
e. Cek lagi apakah nama interface sudah diganti.[admin@Mikrotik] > /interface print
Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU0 R Local ether 0 0 15001 R Public ether 0 0 1500
–[2]– Mengganti password defaultUntuk keamanan ganti password default[admin@Mikrotik] > passwordold password: *****new password: *****retype new password: *****[admin@ Mikrotik]]>
–[3]– Mengganti nama hostnameMengganti nama Mikrotik Router untuk memudahkan konfigurasi, pada langkah ininama server akan diganti menjadi “routerku”
[admin@Mikrotik] > system identity set name=routerku
[admin@routerku]>
–[4]– Setting IP Address, Gateway, Masqureade dan Name Server
–[4.1]– IP Address
Bentuk Perintah konfigurasi
ip address add address ={ip address/netmask} interface={nama interface}
a. Memberikan IP address pada interface Mikrotik. Misalkan Public akan kita gunakan untukkoneksi ke Internet dengan IP 192.168.1.2 dan Local akan kita gunakan untuk network LANkita dengan IP 192.168.0.30 (Lihat topologi)
[admin@routerku] > ip address add address=192.168.1.2 \netmask=255.255.255.0 interface=Public comment=”IP ke Internet”
[admin@routerku] > ip address add address=192.168.0.30 \netmask=255.255.255.224 interface=Local comment = “IP ke LAN”
b. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan
[admin@routerku] >ip address
printFlags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE0 ;;; IP Address ke Internet192.168.0.30/27 192.168.0.0 192.168.0.31 Local1 ;;; IP Address ke LAN192.168.1.2/24 192.168.0.0 192.168.1.255 Public[admin@routerku]>
–[4.2]– Gateway
Bentuk Perintah Konfigurasi
ip route add gateway={ip gateway}
a. Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah192.168.1.1
[admin@routerku] > /ip route add gateway=192.168.1.1
b. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers
[admin@routerku] > ip route print
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf# DST-ADDRESS PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE0 ADC 192.168.0.0/24 192.168.0.30 Local1 ADC 192.168.0.0/27 192.168.1.2 Public2 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.1.1 Public[admin@routerku]>
5. Kebutuhan Hardware :
- 1 buah PC dengan memory minimal 512 mb
- 2 buah LAN Card
PC Router atau Linux Based Router sebenarnya sangat banyak sekali variannya baik yang berbayar/komersil maupun yang Free/open source. Yang komersil seperti Mikrotik OS, LogixOS/Neology, Gibraltar Dll, dan yang Free/open source
seperti MonoWall, Pfsense, Smothwall Express, IPCop, Linktrack, DD-WrtX86, OpenWRTX86, Freesco dan masih banyak lagi lainnya.
2.
3. 1. Booting
2. Setelah proses booting akan muncul menu pilihan software yg ingin di install.
Sebagai contoh awal aq pilih system, ppp, dhcp, hotspot, routing, security, and web-proxy.
– Siapkan PC,
– Di server / PC minimal 2 ethernet, 1 ke internet dan 1 lagi ke Network local
– Burn Source CD Mikrotik OS masukan ke CDROM
– Boot dari CDROM
– Install paket2 utama, lebih baiknya semua packet dengan cara menandainya (mark
dengan menekan tombol a pada keyboard anda, secara otomatis semua packet akan terinstall
– Setelah semua paket ditandai maka untuk menginstallnya tekan “I”
– Lama Install normalnya ga sampe 15menit, kalo lebih berarti gagal, ulangi ke step awal
– Setelah diinstall beres, PC restart kemudian keluarkan CD Mikrotik OS kemudian muncul tampilan login
4. [1]– Melihat kondisi interface pada Mikrotik Router
[admin@Mikrotik] > interface printFlags: X - disabled, D - dynamic, R - running# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU0 R ether1 ether 0 0 15001 R ether2 ether 0 0 1500
[admin@Mikrotik]>
Jika interfacenya ada tanda X (disabled) setelah nomor (0,1), maka periksa lagietherned cardnya, seharusnya R (running).
a. Mengganti nama interface[admin@Mikrotik] > interface(enter)
b. Untuk mengganti nama Interface ether1 menjadi Public (atau terserah namanya), maka[admin@Mikrotik] interface> set 0 name=Public
c. Begitu juga untuk ether2, misalkan namanya diganti menjadi Local, maka[admin@Mikrotik] interface> set 1 name=Local
d. atau langsung saja dari posisi root direktori, memakai tanda “/”, tanpa tanda kutip[admin@Mikrotik] > /interface set 0 name=Public
e. Cek lagi apakah nama interface sudah diganti.[admin@Mikrotik] > /interface print
Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU0 R Local ether 0 0 15001 R Public ether 0 0 1500
–[2]– Mengganti password defaultUntuk keamanan ganti password default[admin@Mikrotik] > passwordold password: *****new password: *****retype new password: *****[admin@ Mikrotik]]>
–[3]– Mengganti nama hostnameMengganti nama Mikrotik Router untuk memudahkan konfigurasi, pada langkah ininama server akan diganti menjadi “routerku”
[admin@Mikrotik] > system identity set name=routerku
[admin@routerku]>
–[4]– Setting IP Address, Gateway, Masqureade dan Name Server
–[4.1]– IP Address
Bentuk Perintah konfigurasi
ip address add address ={ip address/netmask} interface={nama interface}
a. Memberikan IP address pada interface Mikrotik. Misalkan Public akan kita gunakan untukkoneksi ke Internet dengan IP 192.168.1.2 dan Local akan kita gunakan untuk network LANkita dengan IP 192.168.0.30 (Lihat topologi)
[admin@routerku] > ip address add address=192.168.1.2 \netmask=255.255.255.0 interface=Public comment=”IP ke Internet”
[admin@routerku] > ip address add address=192.168.0.30 \netmask=255.255.255.224 interface=Local comment = “IP ke LAN”
b. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan
[admin@routerku] >ip address
printFlags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE0 ;;; IP Address ke Internet192.168.0.30/27 192.168.0.0 192.168.0.31 Local1 ;;; IP Address ke LAN192.168.1.2/24 192.168.0.0 192.168.1.255 Public[admin@routerku]>
–[4.2]– Gateway
Bentuk Perintah Konfigurasi
ip route add gateway={ip gateway}
a. Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah192.168.1.1
[admin@routerku] > /ip route add gateway=192.168.1.1
b. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers
[admin@routerku] > ip route print
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf# DST-ADDRESS PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE0 ADC 192.168.0.0/24 192.168.0.30 Local1 ADC 192.168.0.0/27 192.168.1.2 Public2 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.1.1 Public[admin@routerku]>
5. Kebutuhan Hardware :
- 1 buah PC dengan memory minimal 512 mb
- 2 buah LAN Card
Kamis, 16 Desember 2010
net admin
Configuring Hello Intervals and Hold Times
Hello intervals and hold times are configurable on a per-interface basis
The command to configure hello interval is
Router(config-if)#ip hello-interval eigrp as-number seconds
Changing the hello interval also requires changing the hold time to a value greater than or equal to the hello interval
The command to configure hold time value is
Router(config-if)#ip hold-time eigrp as-number seconds
Hello intervals and hold times are configurable on a per-interface basis
The command to configure hello interval is
Router(config-if)#ip hello-interval eigrp as-number seconds
Changing the hello interval also requires changing the hold time to a value greater than or equal to the hello interval
The command to configure hold time value is
Router(config-if)#ip hold-time eigrp as-number seconds
Senin, 13 Desember 2010
latar belakang
Saat ini, saat dunia telah terhubung melalui jaringan internet, tanpa batasan lagi, memiliki sebuah website menjadi suatu keharusan bagi sebuah perusahaan, organisasi atau individu. Dengan memiliki sebuah website, individu atau perusahaan seakan memiliki rumah atau kantor yang buka 24 jam, 7 hari seminggu, setiap hari 365 hari dalam 1 tahun. Memang mungkin tidak melayani dengan kontak langsung full 24 jam, tapi minimal dengan memiliki website, maka rumah atau kantor kita dapat melakukan open house 24 Jam setiap hari untuk relasi, konsumen atau klien kita.
E-Commerce merupakan salah satu konsep yang cukup berkembang dalam dunia internet. Penggunaan sistem ini sebenarnya dapat menguntungkan banyak pihak, baik pihak konsumen, produsen maupun penjual (retail). Konsep online shopping menyediakan banyak kemudahan dan kelebihan jika dibandingkan dengan konsep belanja yang konvensional. Selain proses transaksi bisa menjadi lebih cepat, di internet telah disediakan hampir semua barang yang biasanya dijual secara lengkap.
Bisnis online adalah bisnis yang mengandalkan kepercayaan konsumen. Konsumen akan sangat berhati-hati untuk melakukan transaksi secara online, karena seringkali fasilitas blog atau situs jaringan pertemanan yang tersedia secara gratis tersebut digunakan oleh beberapa oknum untuk mengeruk keuntungan sendiri, misalnya pembayaran telah ditransfer oleh konsumen, namun barang pesanan tersebut tidak dikirim. Hal ini terjadi karena mudahnya orang berganti identitas dengan menggunakan blog atau situs pertemanan gratis. Karena itu konsumen akan lebih mempercayai toko online yang menggunakan nama domain sendiri dan hosting yang berbayar.
Di sisi lain, bisnis toko baju online sudah sangat ramai di dunia internet, oleh karena itu toko baju online yang akan di buat mempunyai nilai kreatif tersendiri. Berdasarkan perkembangan teknologi khususnya teknologi ponsel, tugas akhir ini akan menerapkan sebuah konsep multitouch point e-commerce pada bisnis toko baju online.
Pada toko baju online yang kami buat yaitu bernama “Toko Baju Bagus” dapat memeberikan kemudahan dalam membeli sebuah pakaian dimana selama ini hanya dilakukan dengan cara mebeli langsung di toko yang sangat merepotkan n memakan waktu yg banyak. Dengan menggunakan website sebagai media perantara penjualan pakaian ini kami menampilkan produk kami secara gambar yang dapat di pilih ukurannya dan jumlah yang ingin dipesan. Kelebihan toko baju online kami yaitu memiliki layanan pesanan khusus yang dapat digunakan untuk memesan pakaian yang sudah kami sediakan contoh-contohnya dan tinggal ditambahkan oleh konsumen dari segi sablon atau motif, tentunya dilakukan melaui email yang sangat membantu para konsumen dalam menentukan pakaian yang ingin dibelinya agar sesuai dengan keinginan konsumen.
E-Commerce merupakan salah satu konsep yang cukup berkembang dalam dunia internet. Penggunaan sistem ini sebenarnya dapat menguntungkan banyak pihak, baik pihak konsumen, produsen maupun penjual (retail). Konsep online shopping menyediakan banyak kemudahan dan kelebihan jika dibandingkan dengan konsep belanja yang konvensional. Selain proses transaksi bisa menjadi lebih cepat, di internet telah disediakan hampir semua barang yang biasanya dijual secara lengkap.
Bisnis online adalah bisnis yang mengandalkan kepercayaan konsumen. Konsumen akan sangat berhati-hati untuk melakukan transaksi secara online, karena seringkali fasilitas blog atau situs jaringan pertemanan yang tersedia secara gratis tersebut digunakan oleh beberapa oknum untuk mengeruk keuntungan sendiri, misalnya pembayaran telah ditransfer oleh konsumen, namun barang pesanan tersebut tidak dikirim. Hal ini terjadi karena mudahnya orang berganti identitas dengan menggunakan blog atau situs pertemanan gratis. Karena itu konsumen akan lebih mempercayai toko online yang menggunakan nama domain sendiri dan hosting yang berbayar.
Di sisi lain, bisnis toko baju online sudah sangat ramai di dunia internet, oleh karena itu toko baju online yang akan di buat mempunyai nilai kreatif tersendiri. Berdasarkan perkembangan teknologi khususnya teknologi ponsel, tugas akhir ini akan menerapkan sebuah konsep multitouch point e-commerce pada bisnis toko baju online.
Pada toko baju online yang kami buat yaitu bernama “Toko Baju Bagus” dapat memeberikan kemudahan dalam membeli sebuah pakaian dimana selama ini hanya dilakukan dengan cara mebeli langsung di toko yang sangat merepotkan n memakan waktu yg banyak. Dengan menggunakan website sebagai media perantara penjualan pakaian ini kami menampilkan produk kami secara gambar yang dapat di pilih ukurannya dan jumlah yang ingin dipesan. Kelebihan toko baju online kami yaitu memiliki layanan pesanan khusus yang dapat digunakan untuk memesan pakaian yang sudah kami sediakan contoh-contohnya dan tinggal ditambahkan oleh konsumen dari segi sablon atau motif, tentunya dilakukan melaui email yang sangat membantu para konsumen dalam menentukan pakaian yang ingin dibelinya agar sesuai dengan keinginan konsumen.
router
Router 1
Router>ena
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#clock rate 9600
Router(config-if)#exit
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.2.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#exit
Konfigurasi perutingan OSPF
Router(config)#router ospf 1
Router(config-router)#log-adjacency-changes
Router(config-router)#network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 192.168.2.0 0.0.0.255 area 1
Router 2
Router>ena
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#int s3/0
Router(config-if)#ip add 192.168.3.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#clock rate 9600
Router(config-if)#exit
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.4.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#exit
Konfigurasi perutingan OSPF
Router(config)#router ospf 1
Router(config-router)#log-adjacency-changes
Router(config-router)#network 192.168.3.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 192.168.4.0 0.0.0.255 area 2
Router 3
Router>ena
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#int s4/0
Router(config-if)#ip add 192.168.5.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#clock rate 9600
Router(config-if)#exit
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.6.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#exit
Konfigurasi perutingan OSPF
Router(config)#router ospf 1
Router(config-router)#log-adjacency-changes
Router(config-router)#network 192.168.5.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 192.168.6.0 0.0.0.255 area 3
Router 0
Router>en
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#ip add 192.168.7.1 255.255.255.0
Router(config-if)#int s2/0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#ip add 192.168.1.2 255.255.255.0
Router(config-if)#clock rate 9600
Router(config-if)#int s3/0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#ip add 192.168.3.2 255.255.255.0
Router(config-if)#clock rate 9600
Router(config-if)#int s7/0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#ip add 192.168.5.2 255.255.255.0
Router(config-if)#clock rate 9600
Router(config-if)#exit
Konfigurasi Perutingan OSPF
Router(config)#router ospf 1
Router(config-router)#log-adjacency-changes
Router(config-router)#network 192.168.7.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 192.168.3.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 192.168.5.0 0.0.0.255 area 0
Router>ena
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#clock rate 9600
Router(config-if)#exit
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.2.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#exit
Konfigurasi perutingan OSPF
Router(config)#router ospf 1
Router(config-router)#log-adjacency-changes
Router(config-router)#network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 192.168.2.0 0.0.0.255 area 1
Router 2
Router>ena
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#int s3/0
Router(config-if)#ip add 192.168.3.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#clock rate 9600
Router(config-if)#exit
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.4.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#exit
Konfigurasi perutingan OSPF
Router(config)#router ospf 1
Router(config-router)#log-adjacency-changes
Router(config-router)#network 192.168.3.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 192.168.4.0 0.0.0.255 area 2
Router 3
Router>ena
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#int s4/0
Router(config-if)#ip add 192.168.5.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#clock rate 9600
Router(config-if)#exit
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.6.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#exit
Konfigurasi perutingan OSPF
Router(config)#router ospf 1
Router(config-router)#log-adjacency-changes
Router(config-router)#network 192.168.5.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 192.168.6.0 0.0.0.255 area 3
Router 0
Router>en
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#ip add 192.168.7.1 255.255.255.0
Router(config-if)#int s2/0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#ip add 192.168.1.2 255.255.255.0
Router(config-if)#clock rate 9600
Router(config-if)#int s3/0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#ip add 192.168.3.2 255.255.255.0
Router(config-if)#clock rate 9600
Router(config-if)#int s7/0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#ip add 192.168.5.2 255.255.255.0
Router(config-if)#clock rate 9600
Router(config-if)#exit
Konfigurasi Perutingan OSPF
Router(config)#router ospf 1
Router(config-router)#log-adjacency-changes
Router(config-router)#network 192.168.7.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 192.168.3.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 192.168.5.0 0.0.0.255 area 0
Selasa, 09 November 2010
kisi2 dbms
declare
a number :=&va;
b number :=&vb;
c number;
begin
c:=a/b;
dbms_output.put_line (c);
exception
when zero_divide then
dbms_output.put_line ('pembagi tidak boleh :=0');
when value_error then
dbms_output.put_line('terjadi kesalahan variabel');
end;
/
declare
a number :=&va;
b number :=&vb;
c number;
dibagi_nol exception;
begin
if b=0 then
raise dibagi_nol;
else
c:=a/b;
dbms_output.put_line (c);
end if;
exception
when dibagi_nol then
dbms_output.put_line ('pembagi tidak boleh :=0');
end;
/
declare
a number :=&va;
b number :=&vb;
c number;
begin
c:=a/b;
dbms_output.put_line (c);
exception
when zero_divide then
raise_application_error(9,'pembagian dengan 0',true);
when value_error then
dbms_output.put_line('terjadi kesalahan variabel');
end;
/
1.)
declare
a number:=&va;
nilai exception;
begin
if a>=1 then
raise nilai;
else
dbms_output.put_line('itu bukan bilangan positif');
end if;
exception
when nilai then
dbms_output.put_line('itu bilangan positif');
end;
/
2.)
declare
a number:=&va;
nim exception;
begin
if length (a)>=9 then
raise nim;
else
dbms_output.put_line ('sudah benar');
end if;
exception
when nim then
dbms_output.put_line('maaf digit terlalu banyak');
end;
/
3.)
create table error_log
(
error_time varchar2 (100),
error_description varchar2 (100)
);
insert into error_log
values ('sysdate','fmDD Month YYYY', 'HH24:MI:SS AM')
;
declare
id varchar2(100):='&v_employee_id';
cursor cursor_employees is select first_name, last_name, department_name
from employees, departments
where employees.employee_id=departments.department_name and employees.employee_id=id;
cari exception
begin
if
for rec in cursor_employees loop
raise cari;
else
dbms_output.put_line('informasi pegawai='||rec.first_name||rec.last_name);
dbms_output.put_line('nama department='||rec.department_name);
end if;
exception
when cari then
dbms_output.put_line('data eror');
end loop;
end;
/
a number :=&va;
b number :=&vb;
c number;
begin
c:=a/b;
dbms_output.put_line (c);
exception
when zero_divide then
dbms_output.put_line ('pembagi tidak boleh :=0');
when value_error then
dbms_output.put_line('terjadi kesalahan variabel');
end;
/
declare
a number :=&va;
b number :=&vb;
c number;
dibagi_nol exception;
begin
if b=0 then
raise dibagi_nol;
else
c:=a/b;
dbms_output.put_line (c);
end if;
exception
when dibagi_nol then
dbms_output.put_line ('pembagi tidak boleh :=0');
end;
/
declare
a number :=&va;
b number :=&vb;
c number;
begin
c:=a/b;
dbms_output.put_line (c);
exception
when zero_divide then
raise_application_error(9,'pembagian dengan 0',true);
when value_error then
dbms_output.put_line('terjadi kesalahan variabel');
end;
/
1.)
declare
a number:=&va;
nilai exception;
begin
if a>=1 then
raise nilai;
else
dbms_output.put_line('itu bukan bilangan positif');
end if;
exception
when nilai then
dbms_output.put_line('itu bilangan positif');
end;
/
2.)
declare
a number:=&va;
nim exception;
begin
if length (a)>=9 then
raise nim;
else
dbms_output.put_line ('sudah benar');
end if;
exception
when nim then
dbms_output.put_line('maaf digit terlalu banyak');
end;
/
3.)
create table error_log
(
error_time varchar2 (100),
error_description varchar2 (100)
);
insert into error_log
values ('sysdate','fmDD Month YYYY', 'HH24:MI:SS AM')
;
declare
id varchar2(100):='&v_employee_id';
cursor cursor_employees is select first_name, last_name, department_name
from employees, departments
where employees.employee_id=departments.department_name and employees.employee_id=id;
cari exception
begin
if
for rec in cursor_employees loop
raise cari;
else
dbms_output.put_line('informasi pegawai='||rec.first_name||rec.last_name);
dbms_output.put_line('nama department='||rec.department_name);
end if;
exception
when cari then
dbms_output.put_line('data eror');
end loop;
end;
/
Kamis, 04 November 2010
csad
/**
* @(#)csad.java
*
*
* @author
* @version 1.00 2010/10/12
*/
class aritmatikaDemo
{
public static void main(String[] args)
{
//sedikit angka
int i = 2;
int j = 5;
int upperLimit = 10;
int lowerLimit = 0;
int counter = 0;
System.out.println("Variable values");
System.out.println("i = " + i);
System.out.println("j = " + j);
//penjumlahan angka
System.out.println("tambah");
System.out.println(" i + j = " + (i + j));
//pengurangan angka
System.out.println("kurang");
System.out.println(" i - j = " + (i - j));
//perkalian angka
System.out.println("kali…");
System.out.println(" i * j = " + (i * j));
//pembagian angka
System.out.println("bagi");
System.out.println(" i / j = " + (i / j));
// prima
System.out.print("Bilangan prima yang ada di antara " +
lowerLimit + " – " + upperLimit + " : ");
//cari bilangan prima yang terletak di antara
//upperLimit dan lowerLimit
for(int k=lowerLimit;k<=upperLimit;k++) {
int factorCounter = 0;
//hitung jumlah faktor dari bilangan ini
for(int l=1;l<=k;l++) {
if(k%l==0) {
factorCounter++;
}
}
//jika jumlah faktor=2 berarti ini adalah bilangan prima
if(factorCounter==2) {
counter++;
System.out.print(k + " ");
}
}
if(counter==0)
System.out.println("Tidak ada !");
}
}
* @(#)csad.java
*
*
* @author
* @version 1.00 2010/10/12
*/
class aritmatikaDemo
{
public static void main(String[] args)
{
//sedikit angka
int i = 2;
int j = 5;
int upperLimit = 10;
int lowerLimit = 0;
int counter = 0;
System.out.println("Variable values");
System.out.println("i = " + i);
System.out.println("j = " + j);
//penjumlahan angka
System.out.println("tambah");
System.out.println(" i + j = " + (i + j));
//pengurangan angka
System.out.println("kurang");
System.out.println(" i - j = " + (i - j));
//perkalian angka
System.out.println("kali…");
System.out.println(" i * j = " + (i * j));
//pembagian angka
System.out.println("bagi");
System.out.println(" i / j = " + (i / j));
// prima
System.out.print("Bilangan prima yang ada di antara " +
lowerLimit + " – " + upperLimit + " : ");
//cari bilangan prima yang terletak di antara
//upperLimit dan lowerLimit
for(int k=lowerLimit;k<=upperLimit;k++) {
int factorCounter = 0;
//hitung jumlah faktor dari bilangan ini
for(int l=1;l<=k;l++) {
if(k%l==0) {
factorCounter++;
}
}
//jika jumlah faktor=2 berarti ini adalah bilangan prima
if(factorCounter==2) {
counter++;
System.out.print(k + " ");
}
}
if(counter==0)
System.out.println("Tidak ada !");
}
}
Selasa, 02 November 2010
spesifikasi n arsitektur wsdl
Spesifikasi WSDL mendefinisikan tujuh tipe element:
- Types – element untuk mendefinisikan tipe data. Mereka akan mendefinisikan tipe data (seperti string atau integer) dari element didalam sebuah message.
- Message - abstract, pendefinisian tipe data yang akan dikomunikasikan.
- Operation – sebuah deskripsi abstract dari sebuah action yang didukung oleh service.
- Port Type – sebuah koleksi abstract dari operations yang didukung oleh lebih dari satu endpoints.
- Binding – mendefinisikan penyatuan dari tipe port (koleksi dari operasioperasi) menjadi sebuah protokol transport dan data format (ex. SOAP 1.1 pada HTTP). Ini adalah sebuah protokol konkret dan sebuah spesifikasi data format didalam tipe port tertentu.
- Port – mendefinisikan sebuah komunikasi endpoint sebagai kombinasi dari binding dan alamat network. Bagi protokol HTTP, ini adalah sebuah bentuk dari URL sedangkan bagi protokol SMTP, ini adalah sebuah form dari email address.
- Service – satu set port yang terkorelasi atau suatu endpoints.
WSDL mendefinisikan service sebagai sebuah koleksi dari endpoints network. Sebuah definisi abstrak dari endpoints dan messages adalah ia bersifat terpisah dari pembangunan network atau penyatuan data format. Pembagian ini menyebabkan penggunaan kembali abstract description dari data yang akan dipertukarkan (message exchange) dan abstract collection dari operasi (ports) Protokol konkret dan spesfikasi data format bagi tipe port tertentu menentukan binding yang dapat digunakan kembali(reusable). Sebuah port adalah sebuah network address yang dikombinasikan reusable binding; sebuah service adalah koleksi dari port-port.
Arsitektur Web Service
Ada tiga standar utama untuk penerapan web services. Standar-standar ini mendukung pertukaran data berbasis XML. Tiga standar tersebut meliputi :
♥ SOAP ( Simple Object Access Protocol )
Protokol ini mendukung proses pengkodean data (biasanya XML) dan transfernya melalui HTTP (Hyper Text Transfer Language). Dalam konteks web services, SOAP adalah suatu bahasa versi bebas dari protokol RPC (Remote Procedure Caoll) yang berguna untuk proses transaksi melalui HTTP standar. SOAP membuat klien web service dapat memilih beberapa parameter mengenai permintaannya dan memberikannya kpd si penyedia. Ketika penyedia menganggapi permintaan tersebut, maka terjadilah web services.
♥ WSDL ( Web Services Description Language )
Merupakan bahasa berbasis XML yang menjelaskan fungsi-fungsi dalam web services. WSDL menyediakan cara untuk memanfaatkan kapabilitas web services. WSDL memberi tahu mesin lain bagaimana memformat/ menterjemahkan permintaan yang diterima berikut respon mereka agar proses web service bisa berjalan. Singkatnya, WSDL adalah bahasa yang memungkinkan berbagai dokumen yang dibuat dalam aplikasi yang berbeda dapat berkomunikasi.
♥ UDDI (Universal Description Discovery and Integration )
Adalah semacam direktori global untuk mengelola web services. Fungsinya mirip dengan Yellow Pages untuk versi web services. UDDI berisi informasi tentang penawaran atau layanan apa yang ditawarkan perusahaan berikut dengan detil teknis bagaimana cara mengaksesnya. Inforamasi tersebut ditulis dalam bentuk file-file WSDL.
- Types – element untuk mendefinisikan tipe data. Mereka akan mendefinisikan tipe data (seperti string atau integer) dari element didalam sebuah message.
- Message - abstract, pendefinisian tipe data yang akan dikomunikasikan.
- Operation – sebuah deskripsi abstract dari sebuah action yang didukung oleh service.
- Port Type – sebuah koleksi abstract dari operations yang didukung oleh lebih dari satu endpoints.
- Binding – mendefinisikan penyatuan dari tipe port (koleksi dari operasioperasi) menjadi sebuah protokol transport dan data format (ex. SOAP 1.1 pada HTTP). Ini adalah sebuah protokol konkret dan sebuah spesifikasi data format didalam tipe port tertentu.
- Port – mendefinisikan sebuah komunikasi endpoint sebagai kombinasi dari binding dan alamat network. Bagi protokol HTTP, ini adalah sebuah bentuk dari URL sedangkan bagi protokol SMTP, ini adalah sebuah form dari email address.
- Service – satu set port yang terkorelasi atau suatu endpoints.
WSDL mendefinisikan service sebagai sebuah koleksi dari endpoints network. Sebuah definisi abstrak dari endpoints dan messages adalah ia bersifat terpisah dari pembangunan network atau penyatuan data format. Pembagian ini menyebabkan penggunaan kembali abstract description dari data yang akan dipertukarkan (message exchange) dan abstract collection dari operasi (ports) Protokol konkret dan spesfikasi data format bagi tipe port tertentu menentukan binding yang dapat digunakan kembali(reusable). Sebuah port adalah sebuah network address yang dikombinasikan reusable binding; sebuah service adalah koleksi dari port-port.
Arsitektur Web Service
Ada tiga standar utama untuk penerapan web services. Standar-standar ini mendukung pertukaran data berbasis XML. Tiga standar tersebut meliputi :
♥ SOAP ( Simple Object Access Protocol )
Protokol ini mendukung proses pengkodean data (biasanya XML) dan transfernya melalui HTTP (Hyper Text Transfer Language). Dalam konteks web services, SOAP adalah suatu bahasa versi bebas dari protokol RPC (Remote Procedure Caoll) yang berguna untuk proses transaksi melalui HTTP standar. SOAP membuat klien web service dapat memilih beberapa parameter mengenai permintaannya dan memberikannya kpd si penyedia. Ketika penyedia menganggapi permintaan tersebut, maka terjadilah web services.
♥ WSDL ( Web Services Description Language )
Merupakan bahasa berbasis XML yang menjelaskan fungsi-fungsi dalam web services. WSDL menyediakan cara untuk memanfaatkan kapabilitas web services. WSDL memberi tahu mesin lain bagaimana memformat/ menterjemahkan permintaan yang diterima berikut respon mereka agar proses web service bisa berjalan. Singkatnya, WSDL adalah bahasa yang memungkinkan berbagai dokumen yang dibuat dalam aplikasi yang berbeda dapat berkomunikasi.
♥ UDDI (Universal Description Discovery and Integration )
Adalah semacam direktori global untuk mengelola web services. Fungsinya mirip dengan Yellow Pages untuk versi web services. UDDI berisi informasi tentang penawaran atau layanan apa yang ditawarkan perusahaan berikut dengan detil teknis bagaimana cara mengaksesnya. Inforamasi tersebut ditulis dalam bentuk file-file WSDL.
Kamis, 28 Oktober 2010
nih informasi ok
Router 1
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/0/1, changed state to up
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/0/0, changed state to up
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#no ip address
Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.240
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#ip address 192.168.1.33 255.255.255.240
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.17 255.255.255.240
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#ip address 192.168.1.50 255.255.255.240
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/1
Router(config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/1, changed state to up
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#exit
Router(config)#in fat 0/0
^
% Invalid input detected at '^' marker.
Router(config)#in fas 0/0
Router(config-if)#192.168.1.1 255.255.255.240
^
% Invalid input detected at '^' marker.
Router(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.240
% 192.168.1.0 overlaps with Serial0/0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.1.16 255.255.255.240
Bad mask /28 for address 192.168.1.16
Router(config-if)#ip add 192.168.1.0 255.255.255.240
Bad mask /28 for address 192.168.1.0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.240
% 192.168.1.0 overlaps with Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#no ip address
Router(config-if)#exi
Router(config)#in fas 0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.240
Router(config-if)#exit
Router(config)#serioin ser 0/0/1
Router(config-if)#18292.168.1.16 255.255.255.240
^
% Invalid input detected at '^' marker.
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#Router(config-if)#interface FastEthernet0/0Router(config-if)#exitRouter(config-if)#interface FastEthernet0/1Router(config-if)#exitRouter(config-if)#interface Serial0/0/1Router(config-if)#exitRouter(config-if)#interface Serial0/0/0Router(config-if)#exitRouter(config-if)#192.168.1.16 255.255.255.240Router(config-if)#in ser 0/0/1Router(config-if)#in ser 0/0/1Router(config-if)#in ser 0/0/1Router(config-if)#in ser 0/0/1exit
Router(config)#iin addn ser 0/0/1
Router(config-if)#ip aip add 192.168.1.16 255.255.255.240
Bad mask /28 for address 192.168.1.16
Router(config-if)#Router(config-if)#ip add 192.168.1.16 255.255.255.240199
% 192.168.1.16 overlaps with Serial0/1/0
Router(config-if)#Router(config-if)#ip add 192.168.1.19 255.255.255.24020
% 192.168.1.16 overlaps with Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#no ip address
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#no ip address
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#ex
Router(config)#in ser 0/0/1
Router(config-if)#ip 192.168.1.16 255.255.255.240
^
% Invalid input detected at '^' marker.
Router(config-if)#ip add 192.168.1.16 255.255.255.240
Bad mask /28 for address 192.168.1.16
Router(config-if)#ip add 192.168.1.19 255.255.255.240
% 192.168.1.16 overlaps with Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#no ip address
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#ext
^
% Invalid input detected at '^' marker.
Router(config-if)#ex
Router(config)#in ser 0/0/1
Router(config-if)#ip add 192.168.1.20 255.255.255.240
Router(config-if)#cloc rate 64000
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Router(config)#in ser 0/0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.1.32 255.255.255.240
Bad mask /28 for address 192.168.1.32
Router(config-if)#ip add 192.168.1.33 255.255.255.240
Router(config-if)#cloc rate 64000
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Router(config)#in ser 0/0/1
Router(config-if)#ip add 192.168.1.17 255.255.255.240
Router(config-if)#cloc rate 64000
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ext
^
% Invalid input detected at '^' marker.
Router(config-if)#ex
Router(config)#
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial0/0/1, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial0/0/0, changed state to up
Router con0 is now available
Press RETURN to get started.
Router>ena
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#conf t
%Invalid hex value
Router(config)#ip route 192.168.1.80 255.255.255.240 192.168.1.34
Router(config)#ip route 192.168.1.32 255.255.255.240 192.168.1.81
Router(config)#ip route 192.168.1.64 255.255.255.240 192.168.1.18
Router(config)#
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#router rip
Router(config-router)#
Router(config-router)#exit
Router(config)#
Router(config)#
Router(config)#
Router con0 is now available
Press RETURN to get started.
Router 2
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/1/0, changed state to upno shutdown
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/0/1, changed state to up
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.17 255.255.255.0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.17 255.255.255.240
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#ip address 192.168.1.49 255.255.255.240
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/1
Router(config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/1, changed state to up
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#exi
Router(config)#in fas 0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.1.17 255.255.255.240
% 192.168.1.16 overlaps with Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#no ip address
Router(config-if)#exi
Router(config)#in fas 0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.1.17 255.255.255.240
Router(config-if)#no resrt
^
% Invalid input detected at '^' marker.
Router(config-if)#no res
^
% Invalid input detected at '^' marker.
Router(config-if)#ex
Router(config)#no resr
^
% Invalid input detected at '^' marker.
Router(config)#
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#no ip address
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#ex
Router(config)#in se 0/1/0
Router(config-if)#ip add 192.168.1.18 255.255.255.240
% 192.168.1.16 overlaps with FastEthernet0/0
Router(config-if)#ex
Router(config)#in se 0/1/0
Router(config-if)#ip add 192.168.1.18 255.255.255.240
% 192.168.1.16 overlaps with FastEthernet0/0
Router(config-if)#ex
Router(config)#in fas 0/0
Router(config-if)#add ip 192.168.1.65 255.255.255.240
^
% Invalid input detected at '^' marker.
Router(config-if)#ip add 192.168.1.65 255.255.255.240
Router(config-if)#ex
Router(config)#in ser 0/1/0
Router(config-if)#ip add 192.168.1.18 255.255.255.240
Router(config-if)#in ser 0/0/1
Router(config-if)#ex
Router(config)#in ser 0/0/1
Router(config-if)#192.168.1.50
^
% Invalid input detected at '^' marker.
Router(config-if)#ip add 192.168.1.50 255.255.255.240
Router(config-if)#ex
Router(config)#in ser0/1/0
Router(config-if)#cloc rate 64000
Router(config-if)#
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial0/1/0, changed state to up
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#ext
^
% Invalid input detected at '^' marker.
Router(config-if)#ex
Router(config)#in ser 0/0/1
Router(config-if)#cloc rate 64000
Router(config-if)#no stu
^
% Invalid input detected at '^' marker.
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ext
^
% Invalid input detected at '^' marker.
Router(config-if)#ex
Router(config)#
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial0/0/1, changed state to up
Router con0 is now available
Press RETURN to get started.
Router>en
Router#cioonf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#192.168.1.80 255.255.255.240 192.168.1.49
^
% Invalid input detected at '^' marker.
Router(config)#Router(config)#192.168.1.80 255.255.255.240 192.168.1.49ip route
Router(config)#ip route 192.168.1.32 255.255.255.240 192.168.181.81
Router(config)#
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#router rip
Router(config-router)#
Router(config-router)#exit
Router(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.240 192.168.1.17
Router(config)#exit
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
Router#
Router con0 is now available
Press RETURN to get started.
Router 3
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/0/0, changed state to upno shutdown
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/0/1, changed state to upno shutdown
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/1/1, changed state to up
Router con0 is now available
Press RETURN to get started.
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router con0 is now available
Press RETURN to get started.
Router>en
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#in ser 0/0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.1.34 255.255.255.240
Router(config-if)#cloc rate 64000
Router(config-if)#
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial0/0/0, changed state to upno shut
Router(config-if)#ex
Router(config)#in ser 0/0/1
Router(config-if)#ip add 192.168.1.49 255.255.255.240
Router(config-if)#cloc rate 64000
Router(config-if)#no sh
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial0/0/1, changed state to uput
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Router(config)#in ser 0/1/1
Router(config-if)#ip add 192.168.1.82 255.255.255.240
Router(config-if)#cloc rate 65000
Unknown clock rate
Router(config-if)#cloc rate 64000
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Router(config)#
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router con0 is now available
Press RETURN to get started.
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#ip route 192.
Router(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.240 192.168.1.33
Router(config)#ip route 192.168.1.64 255.255.255.240 192.168.1.50
Router(config)#ip route 192.168.1.33 255.255.255.240 192.168.1.81
Router(config)#
Router(config)#
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router 4
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/1/0, changed state to upno shutdown
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.17 255.255.255.0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.17 255.255.255.240
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#ip address 192.168.1.49 255.255.255.240
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.37 255.255.255.240
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.240
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#ip address 192.168.1.17 255.255.255.240
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/1
Router(config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/1, changed state to up
Router(config-if)#
Router con0 is now available
Press RETURN to get started.
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#no ip address
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#exi
Router(config)#in fas
% Incomplete command.
Router(config)#in fas 0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.1.37 255.255.255.240
Router(config-if)#exit
Router(config)#
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#no ip address
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#no ip address
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#no ip address
Router(config-if)#
Router con0 is now available
Press RETURN to get started.
Router>en
Router>enable
Router#con t
% Ambiguous command: "con t"
Router#conn t
Translating "t"...domain server (255.255.255.255)
% Unknown command or computer name, or unable to find computer address
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#
Router(config)#in ser 0/1/1
Router(config-if)#ip add 192.168.1.81 255.255.255.240
Router(config-if)#cloc rate 64000
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Router(config)#
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#end
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#
Router con0 is now available
Press RETURN to get started.
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.240 192.168.1.33
Router(config)#ip route 192.168.1.64 255.255.255.240 192.168.1.50
Router(config)#
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#ip route 192.168.1.32 255.255.255.240 192.168.1.82
Router(config)#ip route 192.168.1.48 255.255.255.240 192.168.1.82
Router(config)#
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
Router#
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/0/1, changed state to up
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/0/0, changed state to up
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#no ip address
Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.240
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#ip address 192.168.1.33 255.255.255.240
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.17 255.255.255.240
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#ip address 192.168.1.50 255.255.255.240
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/1
Router(config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/1, changed state to up
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#exit
Router(config)#in fat 0/0
^
% Invalid input detected at '^' marker.
Router(config)#in fas 0/0
Router(config-if)#192.168.1.1 255.255.255.240
^
% Invalid input detected at '^' marker.
Router(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.240
% 192.168.1.0 overlaps with Serial0/0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.1.16 255.255.255.240
Bad mask /28 for address 192.168.1.16
Router(config-if)#ip add 192.168.1.0 255.255.255.240
Bad mask /28 for address 192.168.1.0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.240
% 192.168.1.0 overlaps with Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#no ip address
Router(config-if)#exi
Router(config)#in fas 0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.240
Router(config-if)#exit
Router(config)#serioin ser 0/0/1
Router(config-if)#18292.168.1.16 255.255.255.240
^
% Invalid input detected at '^' marker.
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#Router(config-if)#interface FastEthernet0/0Router(config-if)#exitRouter(config-if)#interface FastEthernet0/1Router(config-if)#exitRouter(config-if)#interface Serial0/0/1Router(config-if)#exitRouter(config-if)#interface Serial0/0/0Router(config-if)#exitRouter(config-if)#192.168.1.16 255.255.255.240Router(config-if)#in ser 0/0/1Router(config-if)#in ser 0/0/1Router(config-if)#in ser 0/0/1Router(config-if)#in ser 0/0/1exit
Router(config)#iin addn ser 0/0/1
Router(config-if)#ip aip add 192.168.1.16 255.255.255.240
Bad mask /28 for address 192.168.1.16
Router(config-if)#Router(config-if)#ip add 192.168.1.16 255.255.255.240199
% 192.168.1.16 overlaps with Serial0/1/0
Router(config-if)#Router(config-if)#ip add 192.168.1.19 255.255.255.24020
% 192.168.1.16 overlaps with Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#no ip address
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#no ip address
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#ex
Router(config)#in ser 0/0/1
Router(config-if)#ip 192.168.1.16 255.255.255.240
^
% Invalid input detected at '^' marker.
Router(config-if)#ip add 192.168.1.16 255.255.255.240
Bad mask /28 for address 192.168.1.16
Router(config-if)#ip add 192.168.1.19 255.255.255.240
% 192.168.1.16 overlaps with Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#no ip address
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#ext
^
% Invalid input detected at '^' marker.
Router(config-if)#ex
Router(config)#in ser 0/0/1
Router(config-if)#ip add 192.168.1.20 255.255.255.240
Router(config-if)#cloc rate 64000
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Router(config)#in ser 0/0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.1.32 255.255.255.240
Bad mask /28 for address 192.168.1.32
Router(config-if)#ip add 192.168.1.33 255.255.255.240
Router(config-if)#cloc rate 64000
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Router(config)#in ser 0/0/1
Router(config-if)#ip add 192.168.1.17 255.255.255.240
Router(config-if)#cloc rate 64000
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ext
^
% Invalid input detected at '^' marker.
Router(config-if)#ex
Router(config)#
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial0/0/1, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial0/0/0, changed state to up
Router con0 is now available
Press RETURN to get started.
Router>ena
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#conf t
%Invalid hex value
Router(config)#ip route 192.168.1.80 255.255.255.240 192.168.1.34
Router(config)#ip route 192.168.1.32 255.255.255.240 192.168.1.81
Router(config)#ip route 192.168.1.64 255.255.255.240 192.168.1.18
Router(config)#
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#router rip
Router(config-router)#
Router(config-router)#exit
Router(config)#
Router(config)#
Router(config)#
Router con0 is now available
Press RETURN to get started.
Router 2
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/1/0, changed state to upno shutdown
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/0/1, changed state to up
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.17 255.255.255.0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.17 255.255.255.240
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#ip address 192.168.1.49 255.255.255.240
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/1
Router(config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/1, changed state to up
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#exi
Router(config)#in fas 0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.1.17 255.255.255.240
% 192.168.1.16 overlaps with Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#no ip address
Router(config-if)#exi
Router(config)#in fas 0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.1.17 255.255.255.240
Router(config-if)#no resrt
^
% Invalid input detected at '^' marker.
Router(config-if)#no res
^
% Invalid input detected at '^' marker.
Router(config-if)#ex
Router(config)#no resr
^
% Invalid input detected at '^' marker.
Router(config)#
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#no ip address
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#ex
Router(config)#in se 0/1/0
Router(config-if)#ip add 192.168.1.18 255.255.255.240
% 192.168.1.16 overlaps with FastEthernet0/0
Router(config-if)#ex
Router(config)#in se 0/1/0
Router(config-if)#ip add 192.168.1.18 255.255.255.240
% 192.168.1.16 overlaps with FastEthernet0/0
Router(config-if)#ex
Router(config)#in fas 0/0
Router(config-if)#add ip 192.168.1.65 255.255.255.240
^
% Invalid input detected at '^' marker.
Router(config-if)#ip add 192.168.1.65 255.255.255.240
Router(config-if)#ex
Router(config)#in ser 0/1/0
Router(config-if)#ip add 192.168.1.18 255.255.255.240
Router(config-if)#in ser 0/0/1
Router(config-if)#ex
Router(config)#in ser 0/0/1
Router(config-if)#192.168.1.50
^
% Invalid input detected at '^' marker.
Router(config-if)#ip add 192.168.1.50 255.255.255.240
Router(config-if)#ex
Router(config)#in ser0/1/0
Router(config-if)#cloc rate 64000
Router(config-if)#
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial0/1/0, changed state to up
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#ext
^
% Invalid input detected at '^' marker.
Router(config-if)#ex
Router(config)#in ser 0/0/1
Router(config-if)#cloc rate 64000
Router(config-if)#no stu
^
% Invalid input detected at '^' marker.
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ext
^
% Invalid input detected at '^' marker.
Router(config-if)#ex
Router(config)#
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial0/0/1, changed state to up
Router con0 is now available
Press RETURN to get started.
Router>en
Router#cioonf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#192.168.1.80 255.255.255.240 192.168.1.49
^
% Invalid input detected at '^' marker.
Router(config)#Router(config)#192.168.1.80 255.255.255.240 192.168.1.49ip route
Router(config)#ip route 192.168.1.32 255.255.255.240 192.168.181.81
Router(config)#
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#router rip
Router(config-router)#
Router(config-router)#exit
Router(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.240 192.168.1.17
Router(config)#exit
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
Router#
Router con0 is now available
Press RETURN to get started.
Router 3
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/0/0, changed state to upno shutdown
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/0/1, changed state to upno shutdown
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/1/1, changed state to up
Router con0 is now available
Press RETURN to get started.
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router con0 is now available
Press RETURN to get started.
Router>en
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#in ser 0/0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.1.34 255.255.255.240
Router(config-if)#cloc rate 64000
Router(config-if)#
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial0/0/0, changed state to upno shut
Router(config-if)#ex
Router(config)#in ser 0/0/1
Router(config-if)#ip add 192.168.1.49 255.255.255.240
Router(config-if)#cloc rate 64000
Router(config-if)#no sh
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial0/0/1, changed state to uput
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Router(config)#in ser 0/1/1
Router(config-if)#ip add 192.168.1.82 255.255.255.240
Router(config-if)#cloc rate 65000
Unknown clock rate
Router(config-if)#cloc rate 64000
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Router(config)#
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router con0 is now available
Press RETURN to get started.
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#ip route 192.
Router(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.240 192.168.1.33
Router(config)#ip route 192.168.1.64 255.255.255.240 192.168.1.50
Router(config)#ip route 192.168.1.33 255.255.255.240 192.168.1.81
Router(config)#
Router(config)#
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router 4
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/1/0, changed state to upno shutdown
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.17 255.255.255.0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.17 255.255.255.240
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#ip address 192.168.1.49 255.255.255.240
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.37 255.255.255.240
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.240
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#ip address 192.168.1.17 255.255.255.240
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/1
Router(config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/1, changed state to up
Router(config-if)#
Router con0 is now available
Press RETURN to get started.
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#no ip address
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#exi
Router(config)#in fas
% Incomplete command.
Router(config)#in fas 0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.1.37 255.255.255.240
Router(config-if)#exit
Router(config)#
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#no ip address
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#no ip address
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#no ip address
Router(config-if)#
Router con0 is now available
Press RETURN to get started.
Router>en
Router>enable
Router#con t
% Ambiguous command: "con t"
Router#conn t
Translating "t"...domain server (255.255.255.255)
% Unknown command or computer name, or unable to find computer address
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#
Router(config)#in ser 0/1/1
Router(config-if)#ip add 192.168.1.81 255.255.255.240
Router(config-if)#cloc rate 64000
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Router(config)#
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#end
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#
Router con0 is now available
Press RETURN to get started.
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.240 192.168.1.33
Router(config)#ip route 192.168.1.64 255.255.255.240 192.168.1.50
Router(config)#
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/0/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/0
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface Serial0/1/1
Router(config-if)#
Router(config-if)#exit
Router(config)#ip route 192.168.1.32 255.255.255.240 192.168.1.82
Router(config)#ip route 192.168.1.48 255.255.255.240 192.168.1.82
Router(config)#
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
Router#
Senin, 25 Oktober 2010
informasi tentang tib
1. Maksud dari ketiga animasi video tersebut adalah dengan adanya pemanfaatan SOA, maka didalam sebuah proses bisnis-pun sangat bisa memungkinkan untuk semua entitas menjadi sebuah pelayanan yang bersifat melayani. Lebih mudahnya implementasi SOA di ketiga animasi tersebut dapat di deskripsikan bahwa SOA dapat merubah sebuah aplikasi yang pertama hanya dipakai untuk entry menjadi sebuah aplikasi yang dapat berinteraksi dengan aplikasi lain, dan
sifatnya tidak point-to-point. Jadi tidak hanya terpaku mengandalkan dalam hal hardware, software, dan networknya saja akan tetapi cukup berbagi dengan suatu fitur aplikasi yang mengintegrasikan fungsionalitas aplikasinya sehingga proses bisnis pun lebih memiliki
fitur yang bervariatif dan inovatif yang tanpa batas, serta menjadi lebih cepat dan mudah dalam pengelolaan suatu proses bisnisnya.
2. Service oriented dalam SOA memiliki arti dimana sebuah service dapat di-panggil oleh program/service lainnya tanpa program pemanggil tersebut perlu memperhatikan di mana lokasi service yang dipanggil berada dan platform/teknologi apa yang digunakan oleh service tersebut. Dengan demikian pemanggilan sebuah service oleh service lainnya dapat dilakukan pada saat run-time.
3. Hal-hal yang harus diperhatikan saat perancangan SOA :
• Bagaimana sebuah service mengenkapsulasi logic.
• Bagaimana service berhubungan satu sama lain.
• Bagaimana service berkomunikasi satu sama lain.
4. Keterkaitan Web Service dengan SOA :
SOA adalah sebuah konsep untuk pengembangan suatu perangkat lunak, Sementara Web Service adalah sebuah aplikasi web yang berinteraksi dengan aplikasi web lainnya untuk pertukaran data.
Pembangunan SOA tidak harus menggunakan Web Service, sebab ada bermacam-macam teknologi lain yang memungkinkan, tapi menggunakan Web Service untuk membangun sistem SOA adalah langkah yang baik.
sifatnya tidak point-to-point. Jadi tidak hanya terpaku mengandalkan dalam hal hardware, software, dan networknya saja akan tetapi cukup berbagi dengan suatu fitur aplikasi yang mengintegrasikan fungsionalitas aplikasinya sehingga proses bisnis pun lebih memiliki
fitur yang bervariatif dan inovatif yang tanpa batas, serta menjadi lebih cepat dan mudah dalam pengelolaan suatu proses bisnisnya.
2. Service oriented dalam SOA memiliki arti dimana sebuah service dapat di-panggil oleh program/service lainnya tanpa program pemanggil tersebut perlu memperhatikan di mana lokasi service yang dipanggil berada dan platform/teknologi apa yang digunakan oleh service tersebut. Dengan demikian pemanggilan sebuah service oleh service lainnya dapat dilakukan pada saat run-time.
3. Hal-hal yang harus diperhatikan saat perancangan SOA :
• Bagaimana sebuah service mengenkapsulasi logic.
• Bagaimana service berhubungan satu sama lain.
• Bagaimana service berkomunikasi satu sama lain.
4. Keterkaitan Web Service dengan SOA :
SOA adalah sebuah konsep untuk pengembangan suatu perangkat lunak, Sementara Web Service adalah sebuah aplikasi web yang berinteraksi dengan aplikasi web lainnya untuk pertukaran data.
Pembangunan SOA tidak harus menggunakan Web Service, sebab ada bermacam-macam teknologi lain yang memungkinkan, tapi menggunakan Web Service untuk membangun sistem SOA adalah langkah yang baik.
Langganan:
Postingan (Atom)
